Jumat, 10 Oktober 2025 11:47 WIB

RSUP Dr M Djamil Gelar Workshop Tata Kelola Tarif dan Optimalisasi Layanan Adopsi Best Practice RSHS Bandung

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
234

Padang (9/10) - RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah maju dalam transformasi manajemen dan pelayanan dengan menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Tarif dan Optimalisasi Layanan Rumah Sakit. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu dan Kamis, 8-9 Oktober 2025 ini, menjadi istimewa dengan kehadiran dan peran aktif jajaran direksi dari RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai narasumber.

Kedatangan rombongan direksi RSHS Bandung ini disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes. Kunjungan ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum kolaborasi antara dua rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan untuk saling berbagi praktik terbaik (best practice) dalam tata kelola rumah sakit modern.

Jajaran direksi RSHS Bandung hadir dengan materi yang komprehensif. Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B, Finacs, M.Kes, memaparkan materi "Best Practice dan Strategi dalam Mengoptimalkan Pendapatan di RSUP Hasan Sadikin". Sesi ini memberikan wawasan terkait model bisnis dan inovasi layanan yang berhasil diterapkan RSHS untuk mencapai keberlanjutan finansial.

Mendukung pemaparan Dirut, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSHS, Drs. Herry Rukmana, MBA, membahas "Strategi dalam Mengoptimalkan Pendapatan di RSUP Hasan Sadikin". Sementara itu, aspek sumber daya manusia yang krusial dibahas oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSHS, dr. Fitra Hergyana, Sp.DVE, FINDSV, MH.Kes, MM, yang mengupas tuntas tentang "Produktivitas DPJP dan Pola Remunerasi".

Dan mewakili Direktur Medik dan Keperawatan dr. Iwan Abdul Rachman, Sp.An, KNA, M.Kes membahas Integrasi Layanan Medik dan Keperawatan dalam Penyusunan Tarif Berbasis Mutu dan Keselamatan Pasien. Workshop tersebut diikuti Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), manajemen dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, dalam sambutannya menegaskan workshop ini adalah momentum penting yang diharapkan dapat memperkaya pengetahuan serta mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan sistem tarif dan layanan di RSUP Dr. M. Djamil.

"Kegiatan ini merupakan bagian integral dari transformasi budaya kerja di RSUP Dr. M. Djamil. Transformasi ini menuntut seluruh civitas hospitalia untuk bekerja dengan integritas dan mengedepankan transparansi dalam setiap kebijakan," ungkapnya.

Dovy melanjutkan budaya kerja baru harus berorientasi pada kinerja dan hasil, bukan sekadar rutinitas administratif, serta selalu berinovasi untuk meningkatkan mutu layanan yang berdampak nyata pada pasien dan masyarakat.

"Dengan tata kelola tarif yang baik, rumah sakit tidak sekadar mengejar pendapatan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan pasien benar-benar sepadan dengan mutu layanan yang diterima," tegasnya.

Ia berharap melalui workshop ini, seluruh peserta dapat memperkuat pemahaman tentang strategi tata kelola tarif yang adil dan rasional. "Kita mampu mengintegrasikan peran DPJP, tenaga keperawatan, dan seluruh tenaga kesehatan dalam pola remunerasi yang proporsional. Kita semakin termotivasi untuk menghadirkan inovasi dan budaya kerja baru dalam manajemen layanan dan keuangan rumah sakit," tuturnya.

Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil, drg. Arianti Anaya, MKM, dalam kesempatan tersebut menyambut baik inisiatif sharing knowledge dari direksi RSUP Dr. Hasan Sadikin. "RSUP Dr. M. Djamil ingin mendapatkan best practice bagaimana RSUP Dr. Hasan Sadikin bisa berkembang begitu cepat. Kami sangat senang dengan sharing knowledge ini dan menganggap RSUP Dr. M. Djamil sebagai mitra sesama rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan," ujarnya, menunjukkan semangat kolaborasi dan sinergi antar rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan.(*)