RS M Djamil Ajak Jaga Kesehatan Mata di World Sight Day 2026
Padang - Aktivitas pekerjaan sehari-hari membuat mata terus bekerja, mulai dari membaca dokumen, menatap layar komputer, menggunakan telepon genggam, hingga melihat berbagai objek dalam jarak jauh maupun dekat. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat membuat kesehatan mata luput dari perhatian.
Melihat pentingnya menjaga kesehatan penglihatan dalam aktivitas sehari-hari, RS M. Djamil bersama Departemen Mata Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RS M. Djamil memperingati World Sight Day 2026 atau Hari Kesehatan Mata Sedunia yang dipusatkan di taman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Mencintai Mata di Tempat Kerja” ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 dan HUT ke-73 RS M. Djamil. Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, peringatan World Sight Day ini juga diadakan penyuluhan tentang kesehatan mata, pemeriksaan penglihatan, cek kesehatan gratis hingga pemberian kacamata secara gratis bagi peserta yang membutuhkan.
Kepala Departemen Mata Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RS M. Djamil, dr. Weni Helvinda, Sp.M (K). Vitreoretina, mengatakan peringatan World Sight Day menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mata. Terutama karena mata memiliki peran penting dalam menunjang hampir seluruh aktivitas manusia.
“World Sight Day 2026 ini merupakan momentum untuk mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa mata harus kita cintai dan kita jaga kesehatannya. Apalagi sebagian besar aktivitas kita sehari-hari sangat bergantung pada fungsi penglihatan,” ujar dr. Weni.
Menurutnya, tema “Mencintai Mata di Tempat Kerja” dipilih untuk mengingatkan bahwa lingkungan kerja juga menjadi salah satu tempat di mana kesehatan mata perlu mendapatkan perhatian. Berbagai aktivitas yang dilakukan dalam waktu lama, termasuk bekerja dengan perangkat digital, membuat seseorang perlu lebih peduli terhadap kondisi penglihatannya.
“Di tempat kerja, mata kita bekerja dari pagi sampai sore. Ada yang bekerja di depan komputer, ada yang banyak membaca, ada juga yang aktivitasnya membutuhkan penglihatan jarak jauh. Karena itu, kesehatan mata di tempat kerja juga harus menjadi perhatian,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dapat melakukan pemeriksaan mata yang meliputi pemeriksaan tajam penglihatan. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kondisi penglihatan peserta, termasuk mendeteksi adanya gangguan penglihatan jauh maupun gangguan penglihatan dekat yang berkaitan dengan usia.
Pemeriksaan tersebut menjadi penting karena gangguan penglihatan terkadang muncul secara perlahan. Seseorang dapat mulai mengalami kesulitan melihat tulisan, membaca dalam jarak dekat, atau melihat objek dari kejauhan, namun menganggap kondisi tersebut sebagai hal biasa dan tidak segera memeriksakan diri.
“Kadang-kadang orang merasa penglihatannya mulai kabur, tetapi karena masih bisa beraktivitas, akhirnya dibiarkan. Padahal, kalau ada perubahan pada penglihatan, sebaiknya diperiksa untuk mengetahui penyebabnya,” jelas dr. Weni.
Melalui pemeriksaan yang diberikan secara langsung, peserta dapat mengetahui kondisi penglihatannya sekaligus memperoleh edukasi mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata. Peserta yang membutuhkan koreksi penglihatan juga mendapatkan kacamata secara gratis.
“Pemberian kacamata tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dalam membantu masyarakat mendapatkan penglihatan yang lebih optimal. Dengan adanya koreksi penglihatan yang sesuai, aktivitas sehari-hari diharapkan dapat dilakukan dengan lebih nyaman,” sebutnya.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa menjaga kesehatan mata tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan penglihatan. Pemeriksaan secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mata dan mendeteksi gangguan penglihatan lebih awal.
“Harapannya, masyarakat semakin aware terhadap kesehatan matanya. Jangan menunggu sampai penglihatannya terganggu berat. Kalau ada keluhan atau perubahan penglihatan, segera periksakan,” ungkapnya. ***