JANGAN TUNGGU JANTUNG BERTERIAK Kenali Sinyalnya Sebelum Terlambat
Pernah merasa mudah lelah, napas terasa lebih pendek, atau dada terasa tidak nyaman lalu menganggapnya hanya karena kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas? Hati-hati. Tidak semua masalah jantung datang dengan tanda yang jelas.
Penyakit kardiovaskular dapat berkembang tanpa gejala yang khas dan baru diketahui ketika terjadi kondisi serius seperti serangan jantung atau stroke. Inilah pesan yang diangkat dalam World Heart Day 2026 melalui kampanye “Don’t Miss a Beat”: jangan abaikan sinyal tubuh, kenali tanda-tandanya, lindungi jantung, dan segera bertindak ketika muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Penyakit kardiovaskular mencakup berbagai gangguan pada jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Yang sering mengecoh, faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dapat berlangsung tanpa gejala yang terasa. Seseorang dapat merasa sehat tetapi sebenarnya memiliki risiko penyakit jantung yang perlu dikendalikan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Nyeri, tekanan, rasa berat, atau tidak nyaman di dada.
2. Rasa tidak nyaman yang dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas.
3. Sesak napas.
4. Keringat dingin.
5. Mual atau muntah.
6. Pusing atau merasa akan pingsan.
7. Kelelahan yang tidak biasa.
Gejala serangan jantung tidak selalu sama pada setiap orang. Pada sebagian orang, gejalanya dapat ringan atau tidak khas. Bila muncul gejala yang mengarah pada serangan jantung, terutama nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang berlangsung beberapa menit atau datang dan pergi, segera cari pertolongan medis.
Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dari perubahan besar. Beberapa langkah sederhana dapat membantu menurunkan risiko:
1. Aktif bergerak
Lakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat.
2. Pilih makanan yang lebih sehat
Perbanyak sayur, buah, biji-bijian, dan sumber protein yang sehat. Batasi makanan tinggi garam, gula, lemak jenuh, dan lemak trans.
3. Jangan merokok
Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Berhenti merokok memberikan manfaat bagi kesehatan jantung pada usia berapa pun.
4. Kenali “angka” kesehatan Anda
Periksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan berat badan secara berkala. Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas merupakan faktor risiko penting penyakit kardiovaskular.
5. Kendalikan penyakit yang sudah ada
Jika memiliki hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, ikuti anjuran tenaga kesehatan dan gunakan obat sesuai resep. Mengendalikan faktor risiko dapat membantu mencegah komplikasi jantung dan pembuluh darah.
Jantung bekerja tanpa henti, tetapi tidak selalu memberikan alarm yang keras ketika mulai mengalami masalah. Karena itu, jangan menunggu munculnya keluhan berat untuk mulai peduli. Kenali faktor risikonya. Periksa kesehatan secara berkala. Bergerak lebih aktif. Pilih makanan yang lebih sehat. Hindari rokok. Dan ketika muncul tanda yang mengkhawatirkan, jangan menunda mencari pertolongan medis.
Referensi:
World Heart Federation. World Heart Day 2026 – Don’t Miss a Beat: Heart Disease Can Hide in Plain Sight. World Heart Federation, 2026.
World Heart Federation – World Heart Day
World Health Organization (WHO). Cardiovascular diseases (CVDs). Updated 31 July 2025.
WHO – Cardiovascular Diseases
World Health Organization (WHO). Hypertension. 16 March 2023.
WHO – Hypertension
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). About Heart Attack Symptoms, Risk, and Recovery.
CDC – Heart Attack Symptoms
American Heart Association. Warning Signs of a Heart Attack.
American Heart Association – Heart Attack Warning Signs
World Health Organization (WHO). Physical activity. 26 June 2024.
WHO – Physical Activity
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Smoking and Heart Disease.
CDC – Smoking and Heart Disease
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI – P2PTM