Senin, 21 September 2026 13:31 WIB

Ngopi Setiap Hari Amankah bagi Kesehatan Jantung

Promosi Kesehatan RS Kariadi RSUP dr. Kariadi Semarang
Ngopi Setiap Hari Amankah bagi Kesehatan Jantung
19 kali dilihat

Pagi belum lengkap tanpa secangkir kopi. Tapi, amankah kebiasaan ini bagi jantung? Jawabannya tidak sesederhana "baik" atau "buruk". Penelitian terbaru menunjukkan konsumsi kopi berkafein dalam jumlah sedang umumnya tidak meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan beberapa penelitian mengaitkannya dengan risiko jantung dan stroke yang lebih rendah,  meski sebagian besar bersifat observasional dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat.

Berapa batas amannya? American Heart Association (2026) menyebut konsumsi kopi berkafein dalam jumlah normal umumnya tidak berdampak buruk bagi kebanyakan orang. FDA menyebut angka 400 mg kafein/hari sebagai batas umum yang aman. Namun, ini bukan berarti semua orang aman minum empat cangkir sehari,  kandungan kafein bervariasi tergantung jenis kopi, cara seduh, dan sensitivitas tiap individu (dipengaruhi usia, genetik, kondisi kesehatan, dan obat-obatan).

Bukan hanya kopinya, tapi kebiasaan di sekitarnya. Kopi yang diminum sambil duduk berjam-jam, ditemani makanan tinggi gula/garam/lemak, atau dipakai untuk "menutupi" kurang tidur, inilah yang lebih berisiko. Penyakit jantung koroner berkembang lama akibat penumpukan plak, dipengaruhi merokok, pola makan buruk, kurang gerak, tekanan darah/gula darah/kolesterol tinggi, dan obesitas.

Bukan cuma soal usia tua. Data SKI 2023 mencatat penyakit jantung sudah ada pada usia produktif: 0,15% (25–34 tahun) dan 0,46% (35–44 tahun), meningkat pada usia lebih tua. WHO menegaskan faktor perilaku sejak muda seperti  rokok, pola makan, aktivitas fisik, alkohol  membentuk risiko metabolik ini.

Kalau Suka Ngopi, Lakukan Ini:

  1. Nikmati secukupnya. Hitung total kafein harian (termasuk teh, soda, cokelat), bukan cuma jumlah cangkir.
  2. Perhatikan "teman ngopi". Hindari gula, garam, dan lemak berlebih yang menyertainya.
  3. Jangan gantikan tidur dengan kopi. Orang dewasa butuh minimal 7 jam tidur/malam.
  4. Jangan terlalu lama duduk. Selingi dengan berdiri, jalan, atau peregangan.
  5. Cek faktor risiko rutin . Tekanan darah, gula darah, dan profil lemak, terutama jika ada riwayat keluarga atau kebiasaan merokok.

Haruskah Berhenti Ngopi?

Belum tentu. Bagi kebanyakan orang dewasa, kopi dalam jumlah wajar bisa jadi bagian dari pola hidup sehat, asal tidak dijadikan alasan mengabaikan kebiasaan lain yang jauh lebih berpengaruh pada jantung. Jadi, bukan kopinya. Tapi kebiasaannya.

 

Referensi:

Marcus GM, Hu FB, van Dam RM, et al. Caffeine and Cardiovascular Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. Dipublikasikan online 20 Juli 2026. doi:10.1161/CIR.0000000000001454

U.S. Food and Drug Administration. Spilling the Beans: How Much Caffeine is Too Much? fda.gov/consumers/consumer-updates/spilling-beans-how-much-caffeine-too-much

Kementerian Kesehatan RI, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 – Laporan SKI Dalam Angka. badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023

World Health Organization. Cardiovascular Diseases (CVDs) – Fact Sheet. Diperbarui 31 Juli 2025. who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)