Kenali Stroke Iskemik dan Bertindak Cepat
Stroke iskemik atau infark serebral merupakan kondisi ketika aliran darah ke sebagian otak terhambat sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Jika aliran darah tidak segera dipulihkan, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan bahkan kematian. Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah otak oleh trombus atau emboli. Penyumbatan juga dapat berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah akibat aterosklerosis.
Aterosklerosis merupakan kondisi ketika plak yang terdiri atas lemak, kolesterol, dan zat lain menumpuk pada dinding pembuluh darah. Penumpukan plak dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Selain aterosklerosis, emboli yang berasal dari jantung juga dapat menyebabkan stroke iskemik. Salah satu kondisi yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah di jantung adalah fibrilasi atrium, yaitu gangguan irama jantung yang membuat denyut jantung tidak teratur.
Karena kerusakan otak dapat berlangsung cepat, stroke iskemik merupakan kegawatdaruratan medis. Semakin cepat seseorang mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas.
Mengenal Klasifikasi Infark Serebral
Berdasarkan lokasi dan gambaran klinisnya, infark serebral dapat diklasifikasikan menggunakan Oxford / Bamford Clinical Stroke Classification menjadi :
1. Total Anterior Circulation Infarct (TACI)
TACI merupakan infark yang melibatkan wilayah sirkulasi anterior otak secara luas. Gambaran klinisnya dapat mencakup gangguan fungsi kortikal, seperti gangguan bahasa atau fungsi kognitif, gangguan lapang pandang, serta kelemahan pada satu sisi tubuh.
2. Partial Anterior Circulation Infarct (PACI)
PACI terjadi pada sebagian wilayah sirkulasi anterior dan menimbulkan kombinasi gejala neurologis yang tidak memenuhi seluruh kriteria TACI.
3. Lacunar Infarct (LACI)
LACI merupakan infark berukuran kecil yang biasanya terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah kecil di dalam otak. Gejalanya dapat berupa kelemahan atau gangguan sensorik pada satu sisi tubuh tanpa disertai gangguan fungsi kortikal yang luas.
4. Posterior Circulation Infarct (POCI)
POCI terjadi pada wilayah sirkulasi posterior otak. Gejalanya dapat berupa gangguan keseimbangan, pusing berputar, gangguan penglihatan, gangguan koordinasi, atau kombinasi gejala neurologis lainnya.
Klasifikasi tersebut digunakan oleh tenaga kesehatan berdasarkan pemeriksaan klinis dan bukan untuk menentukan diagnosis secara mandiri.
Apa yang Menyebabkan Stroke Iskemik?
Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah yang memasok otak tersumbat. Dua mekanisme utama penyumbatan tersebut adalah:
1. Trombosis
Trombosis terjadi ketika bekuan darah terbentuk di dalam pembuluh darah yang memasok otak. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah akibat aterosklerosis.
2. Emboli
Emboli terjadi ketika bekuan darah atau material lain terbentuk di tempat lain, kemudian terbawa aliran darah hingga menyumbat pembuluh darah di otak.
Salah satu sumber emboli yang penting adalah jantung, terutama pada kondisi seperti fibrilasi atrium. Bekuan darah yang terbentuk di jantung dapat terlepas dan terbawa aliran darah menuju otak.
Kenali Faktor Risiko Stroke Iskemik
Risiko stroke iskemik dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sebagian dapat dikendalikan, sedangkan sebagian lainnya tidak dapat diubah.
Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
Beberapa faktor yang dapat dikendalikan atau diturunkan risikonya antara lain :
1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi;
2. Diabetes melitus;
3. Kolesterol tinggi;
4. Penyakit jantung dan gangguan irama jantung, termasuk fibrilasi atrium;
5. Kebiasaan merokok;
6. Konsumsi alkohol berlebihan;
7. Berat badan berlebih atau obesitas;
8. Kurang aktivitas fisik;
9. Pola makan yang tidak sehat;
10. Sleep apnea atau henti napas saat tidur; dan
11. Penggunaan zat atau obat tertentu yang berisiko.
Di antara berbagai faktor tersebut, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke. Oleh karena itu, mengontrol tekanan darah merupakan bagian penting dalam pencegahan stroke.
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi
Beberapa faktor tidak dapat diubah, seperti :
1. Usia;
2. Riwayat keluarga;
3. Jenis kelamin; dan
4. Faktor genetik atau kondisi biologis tertentu.
Meskipun faktor tersebut tidak dapat diubah, risiko stroke secara keseluruhan tetap dapat ditekan dengan mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi.
Waspadai Gejala Stroke yang Muncul Tiba-Tiba
Gejala stroke biasanya muncul secara mendadak. Gejala dapat berbeda-beda tergantung bagian otak yang mengalami gangguan.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain :
1. Wajah tampak tidak simetris atau salah satu sisi wajah menurun;
2. Salah satu lengan atau tungkai tiba-tiba lemah atau mati rasa;
3. Bicara tiba-tiba pelo, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan;
4. Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata;
5. Tiba-tiba mengalami pusing, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan berjalan;
6. Gangguan koordinasi tubuh; dan
7. Sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba, terutama apabila disertai gejala neurologis lainnya.
Kelemahan atau gangguan sensorik yang terjadi pada satu sisi tubuh dapat terjadi karena kerusakan pada bagian otak yang mengatur fungsi tubuh di sisi berlawanan.
Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya. Setiap menit sangat berarti dalam penanganan stroke.
Ingat Pesan “SEGERA KE RS”
Untuk membantu masyarakat mengenali tanda stroke, dapat digunakan pesan sederhana :
SE — Senyum tidak simetris
Perhatikan apakah salah satu sisi wajah tampak turun atau tidak simetris ketika tersenyum.
GE — Gerak separuh tubuh tiba-tiba lemah
Minta orang tersebut mengangkat kedua tangan. Perhatikan apakah salah satu tangan sulit diangkat atau tiba-tiba terasa lemah.
RA — Bicara pelo atau sulit bicara
Perhatikan apakah bicara tiba-tiba menjadi pelo, tidak jelas, atau sulit memahami maupun mengucapkan kata-kata.
KE — Kebas atau baal
Waspadai rasa kebas atau mati rasa yang muncul tiba-tiba, terutama pada satu sisi tubuh.
R — Rabun atau pandangan terganggu
Gangguan penglihatan yang muncul secara tiba-tiba perlu diwaspadai.
S — Sakit kepala atau gangguan keseimbangan
Sakit kepala yang muncul tiba-tiba, pusing, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan berjalan dapat menjadi tanda yang membutuhkan pertolongan segera.
Apabila muncul salah satu atau beberapa tanda tersebut secara tiba-tiba, segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang mampu menangani stroke. Jangan menunda dengan menunggu gejala menghilang.
Bagaimana Stroke Iskemik Didiagnosis?
Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis stroke, menentukan jenis stroke, mengetahui bagian otak yang terdampak, serta mencari penyebab dan faktor risikonya.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain :
1. CT scan kepala, untuk melihat kondisi otak dan membantu membedakan stroke iskemik dengan perdarahan otak;
2. MRI otak, untuk mendeteksi kerusakan jaringan otak akibat stroke dengan lebih rinci pada kondisi tertentu;
3. Pemeriksaan darah, antara lain untuk mengetahui kadar gula darah dan kondisi lain yang diperlukan dalam penilaian pasien;
4. Elektrokardiografi (EKG), untuk menilai irama jantung dan mendeteksi gangguan seperti fibrilasi atrium;
5. Ekokardiografi, bila diperlukan untuk mencari sumber bekuan darah dari jantung;
6. Pemeriksaan pembuluh darah leher dan otak, seperti ultrasonografi karotis atau pemeriksaan pencitraan pembuluh darah, untuk mengetahui adanya penyempitan atau penyumbatan.
Pemeriksaan ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan pertimbangan dokter.
Mengapa Harus Segera Ditangani?
Pada stroke iskemik, bagian otak yang kekurangan aliran darah dapat mengalami kerusakan. Semakin lama penyumbatan berlangsung, semakin besar risiko kerusakan jaringan otak.
Karena itu, waktu merupakan faktor yang sangat penting dalam penanganan stroke. Pasien yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh terapi untuk membuka kembali aliran darah ke otak, dan semakin cepat pasien tiba di rumah sakit, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dalam batas waktu terapi.
Cegah Stroke Mulai dari Sekarang
Tidak semua stroke dapat dicegah, tetapi banyak faktor risikonya dapat dikendalikan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :
1. Mengontrol tekanan darah secara rutin;
2. Menjaga kadar gula darah dan kolesterol;
3. Berhenti merokok;
4. Membatasi konsumsi alkohol;
5. Melakukan aktivitas fisik secara teratur;
6. Menjaga berat badan tetap sehat;
7. Menerapkan pola makan bergizi seimbang;
8. Mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak jenuh;
9. Mengelola penyakit jantung dan gangguan irama jantung sesuai anjuran dokter; serta
10. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Stroke iskemik dapat terjadi secara tiba-tiba, tetapi pencegahannya dapat dimulai jauh sebelum serangan terjadi.
Kenali faktor risikonya, kendalikan penyakit penyerta, dan jangan abaikan gejala yang muncul mendadak. Ketika tanda stroke muncul, jangan menunggu, segera ke rumah sakit.
Referensi :
Devi, L., dkk. 2024. Stroke Iskemik dan Penatalaksanaannya. Jurnal Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia.
Putri, E. G., dkk. 2022. Pengelolaan Risiko Peningkatan Tekanan Intrakranial dan Defisit Neurologis pada Pasien Stroke Infark : Studi Kasus. Jurnal Kesehatan, Universitas Padjadjaran, Bandung.
Candra, K. Y. 2020. Seorang Laki-laki 60 Tahun dengan Stroke Non-Hemoragik dan Pneumonia. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Chohan, S. A., Venkatesh, P. K., dkk. 2019. Long-term Complications of Stroke and Secondary Prevention : An Overview for Primary Care Physicians. Singapore Medical Journal.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Kenali Stroke dan Penyebabnya. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta.