Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Senin, 05 Oktober 2026 11:08 WIB

Kanker Serviks Sering Diam diam Kenali Sinyalnya Jangan Tunggu Terlambat

Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Kanker Serviks Sering Diam diam Kenali Sinyalnya Jangan Tunggu Terlambat
12 kali dilihat

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan keganasan yang berkembang pada sel-sel leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian karena pada tahap awal kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas.

Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV), terutama HPV tipe risiko tinggi. Virus ini dapat menular melalui kontak seksual. Pada sebagian besar orang, infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya. Namun, apabila infeksi HPV risiko tinggi menetap dalam waktu lama, perubahan pada sel leher rahim dapat terjadi dan dalam jangka waktu bertahun-tahun berpotensi berkembang menjadi kanker.

Karena proses tersebut dapat berlangsung cukup lama, deteksi dini dan pencegahan menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan risiko kanker serviks.

Kenali Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, kanker serviks dapat tidak menimbulkan keluhan. Oleh karena itu, seseorang tetap dapat mengalami perubahan pada leher rahim meskipun merasa sehat.

Ketika penyakit mulai menimbulkan gejala, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain :

1.    Perdarahan Vagina yang Tidak Normal

Perdarahan yang tidak biasa merupakan salah satu tanda yang perlu diwaspadai. Perdarahan dapat terjadi di luar periode menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause. Perdarahan yang lebih banyak atau berlangsung lebih lama dari biasanya juga sebaiknya tidak diabaikan. Meskipun demikian, perdarahan vagina dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain dan tidak selalu berarti kanker serviks.

2.    Keputihan yang Berubah

Keputihan yang mengalami perubahan warna, jumlah, tekstur, atau berbau tidak sedap perlu mendapatkan perhatian, terutama apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai perdarahan. Keputihan tidak selalu merupakan tanda kanker serviks karena dapat disebabkan oleh infeksi maupun kondisi kesehatan lainnya. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

3.    Nyeri Saat Berhubungan Seksual

Nyeri saat berhubungan seksual atau dispareunia dapat terjadi pada kanker serviks, terutama ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut. Namun, keluhan ini juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, seperti infeksi, endometriosis, miom, atau gangguan pada organ reproduksi lainnya. Karena itu, keluhan yang menetap perlu diperiksakan.

4.    Nyeri pada Panggul atau Punggung Bawah

Nyeri pada panggul, perut bagian bawah, atau punggung bawah yang menetap dapat menjadi salah satu tanda kanker serviks, khususnya pada penyakit yang sudah berkembang lebih lanjut. Apabila nyeri berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

5.    Gangguan Saat Buang Air Kecil

Pada kanker serviks stadium lanjut, pertumbuhan atau penyebaran kanker dapat memengaruhi organ di sekitar leher rahim sehingga menimbulkan keluhan saat buang air kecil. Keluhan dapat berupa nyeri saat berkemih, frekuensi buang air kecil yang meningkat, atau darah dalam urine. Namun, gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih dan kondisi lainnya.

6.    Mudah Lelah dan Lemah

Perdarahan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan anemia atau kekurangan sel darah merah. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lemah, mudah lelah, pusing, atau kurang bertenaga. Jika mudah lelah berlangsung terus-menerus, terutama apabila disertai perdarahan yang tidak normal, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

7.    Pembengkakan pada Salah Satu Tungkai

Pembengkakan pada salah satu tungkai dapat terjadi pada kanker serviks stadium lanjut. Kondisi ini dapat berkaitan dengan tekanan atau gangguan pada pembuluh darah dan saluran limfe di daerah panggul akibat perkembangan kanker. Meski demikian, pembengkakan tungkai juga memiliki banyak penyebab lain sehingga perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.

8.    Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab yang Jelas

Penurunan berat badan yang tidak direncanakan dan terjadi tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik perlu diperhatikan. Pada penyakit kanker yang sudah berkembang, perubahan metabolisme tubuh dan menurunnya nafsu makan dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan. Namun, gejala ini tidak spesifik untuk kanker serviks dan dapat terjadi pada berbagai penyakit lainnya.

9.    Gangguan Buang Air Besar

Pada kanker serviks stadium lanjut, penyebaran penyakit ke jaringan atau organ di sekitar panggul dapat menyebabkan gangguan buang air besar, termasuk konstipasi atau sembelit. Keluhan yang menetap atau disertai gejala lain sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.

10.  Darah dalam Urine atau Keluar Urine maupun Feses melalui Vagina

Pada kondisi yang sudah sangat lanjut, kanker serviks dapat menyebar atau menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitar kandung kemih dan usus. Dalam kondisi tertentu dapat terbentuk fistula, yaitu hubungan abnormal antara vagina dengan saluran kemih atau saluran cerna. Kondisi ini dapat menyebabkan urine atau feses keluar melalui vagina dan membutuhkan penanganan medis segera.

Jangan Menunggu Gejala untuk Melakukan Deteksi Dini

Hal penting yang perlu dipahami adalah kanker serviks pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, menunggu munculnya keluhan bukanlah cara terbaik untuk mendeteksi penyakit ini.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan, seperti skrining menggunakan metode yang sesuai, termasuk tes HPV, pemeriksaan sitologi atau Pap smear, maupun metode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) sesuai ketersediaan dan program pelayanan kesehatan.

Selain deteksi dini, vaksinasi HPV juga merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan kanker serviks. Vaksin HPV dapat membantu melindungi dari infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami :

1.      Perdarahan vagina yang tidak biasa, terutama setelah berhubungan seksual atau setelah menopause;

2.      Keputihan yang terus-menerus berubah dan berbau tidak sedap;

3.      Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan seksual yang menetap;

4.      Darah dalam urine atau keluhan berkemih yang tidak kunjung membaik;

5.      Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas; atau

6.      Keluhan lain pada organ reproduksi yang berlangsung terus-menerus.

Keluhan tersebut tidak selalu berarti kanker serviks, tetapi perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Cegah dan Deteksi Sedini Mungkin

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang memiliki peluang pencegahan dan deteksi dini. Vaksinasi HPV, perilaku seksual yang aman, tidak merokok, serta mengikuti skrining kanker serviks sesuai anjuran tenaga kesehatan merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko.

Jangan menunggu gejala menjadi berat. Ketika perubahan pada leher rahim dapat ditemukan lebih awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih baik. Kenali tubuh, lakukan deteksi dini, dan jangan abaikan perdarahan atau keluhan yang tidak biasa. Karena pada kanker serviks, menemukan lebih awal dapat membuat perbedaan besar.

 

Referensi :

Zuleiman, A. E., dkk. 2024. Karakteristik Gejala Klinis dan Histopatologis Pasien Kanker Serviks di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Jurnal Science, Universitas Muslim Indonesia, Makassar.

Maydianasari, L., dkk. 2022. Promosi Kesehatan dan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Jurnal Pengabdian Masyarakat, Universitas Respati Yogyakarta.

Setiawati, S. 2023. Clinical Manifestations, Diagnosis, Management and Prevention of Cervical Cancer. Jurnal Kesehatan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Yunita, J. 2019. Pelaksanaan Program Deteksi Dini Kanker Cerviks (Ca Cervix) dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Kabupaten Kampar. Jurnal Kesehatan Komunitas, Universitas Indonesia, Jakarta.

Yayasan Kanker Indonesia. 2014. Kesadaran untuk Deteksi Dini Kanker Serviks Masih Rendah. Jakarta : Yayasan Kanker Indonesia.