Padang - Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjadi pembicara dalam webinar Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinisia) #11 yang bertajuk "Protecting The Next Generation: Battling Hepatitis B Mother and Newborns". Webinar yang digelar secara daring ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan strategi pencegahan penularan Hepatitis B dari ibu ke anak.
Dalam presentasinya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil membahas tentang "Mother to Child Transmission (MTCT) of Hepatitis B: Prevention and Management Strategy". Penularan Hepatitis B dari ibu ke anak merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian khusus dan langkah strategis yang terkoordinasi. "Bagaimana kita menyiapkan langkah-langkah terkait dengan hal ini?", tutur dokter subspesialis fetomaternal ini.
Selain Dirut, webinar ini juga menghadirkan narasumber Dr. dr. Bugis Mardina, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp.Neo (K) membahas Bahaya Hepatitis B untuk Ibu Hamil dan Bayi, Dr. dr. Brigitta Ida Resita Vebrianti Corebima, Sp.A, Subsp.Neo (K), M.Kes membahas Vaksinasi Hepatitis B Aktif dan Pasif, dan Bdn Eva Rianti, S.Keb, S.Sos, MM.Kes membahas Asuhan Kebidanan pada Kehamilan dengan Hepatitis.
Ia mengatakan skrining rutin Hepatitis B pada semua ibu hamil, tanpa terkecuali penting dilakukan. "Dengan mengetahui status Hepatitis B pada ibu sejak dini, kita bisa mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi bayi yang akan lahir," tutur Dovy.
Dovy Djanas menjelaskan pemberian vaksinasi Hepatitis B pada bayi segera setelah lahir merupakan langkah krusial. Vaksinasi ini harus diberikan sefleksibel mungkin untuk meningkatkan cakupan, termasuk di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). "Ini merupakan program yang harus kita lakukan," tegasnya.
Untuk ibu hamil yang terinfeksi dan memerlukan penanganan lebih lanjut, sebutnya, pemberian obat antiviral menjadi pilihan yang membutuhkan pertimbangan matang. "Hal ini perlu ditangani oleh tenaga medis yang memiliki pemahaman tentang perjalanan penyakit Hepatitis B," sebutnya.
Dovy Djanas juga menyoroti pentingnya peran penyedia layanan kesehatan dan komitmen pemerintah. "Tentunya perlu peran penting penyedia layanan kesehatan termasuk komitmen pemerintah dan pembiayaan berpengaruh pada eliminasi program HBV MTCT di Indonesia," jelasnya. Eliminasi penularan Hepatitis B dari ibu ke anak (HBV MTCT) tidak akan berhasil tanpa dukungan kuat dari berbagai pihak.
Dukungan finansial dari pemerintah dan kebijakan yang proaktif sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan vaksin, skrining, dan pengobatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat. "Dengan adanya sinergi antara tenaga medis, fasilitas kesehatan, dan pemerintah, diharapkan target eliminasi Hepatitis B di Indonesia dapat tercapai," tegasnya.
Melalui webinar ini, Dovy Djanas menginspirasi dan mengingatkan para praktisi kesehatan serta pemangku kepentingan untuk terus berjuang bersama dalam melindungi generasi mendatang dari ancaman Hepatitis B. "Upaya kolaboratif, mulai dari tingkat FKTP hingga kebijakan nasional, adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia," tukasnya.(*)