Jumat, 06 Maret 2026 10:11 WIB

Mandiri Priority Brain Health Talk Kenali Sedari Dini Nyeri Kepala dan Bahayanya

Responsive image
Mega Fitri Yuniarsih - RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr.dr.Mahar Mardjono Jakarta
13

Jakarta – Pada Kamis, 5 Maret 2026 di Gedung C Institut Neurosains Nasional, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) diadakan Gathering Mandiri Priority Brain Health Talk: “Kenali Sedari Dini Nyeri Kepala dan Bahayanya”. Gathering ini dibuka oleh dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS selaku Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dan dilanjutkan dengan sesi penukaran plakat dan foto bersama.

Selanjutnya acara gathering ini berlanjut ke sesi Health Talk dibuka oleh dr. Rozana Nurfitri Yulia, M.Gizi, Sp.GK sebagai moderator dengan menghadirkan narasumber ahli dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta yaitu dr. Iswandi Erwin, Sp.N., Subsp.NN(K)., M.Ked. yang membahas lebih dalam tentang mengenal apa itu nyeri, menumbuhkan kesadaran tentang nyeri dan bahayanya.

Dalam Gathering yang diikuti oleh nasabah prioritas mandiri, interaksi yang tercipta cukup interaktif dengan tanya jawab seputar nyeri kepala yang merupakan rasa sakit atau tidak nyaman yang dirasakan di area kepala, bisa di bagian dahi, pelipis, belakang kepala, hingga leher bagian atas. Nyeri kepala bisa terjadi dengan sangat tiba-tiba dan sangat hebat disertai lemah pada tubuh, bicara pelo, atau penglihatan terganggu.

Pengobatan terhadap nyeri kepala ini bergantung pada jenis dan penyebabnya. Audiens disarankan untuk segera ke dokter jika mengalami rasa nyeri yang sangat hebat tiba-tiba, nyeri disertai kelemahan anggota tubuh, bicara pelo, wajah mencong yang merupakan tanda stroke, nyeri yang disertai demam tinggi dan kaku leher, nyeri yang muncul setelah benturan kepala, dan juga rasa nyeri yang makin sering atau makin berat.

Sesi dilanjutkan dengan hospital tour dan diharapkan melalui gathering ini, para peserta gathering dapat memahami materi yang disampaikan terkait “Kenali Sedari Dini Nyeri Kepala dan Bahayanya” serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.***