Padang (26/08) - Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menghadiri rapat kerja Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand)/RSUP Dr. M. Djamil di Ruang Rapat Lantai 1 FK Unand Kampus Jati. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Medik dan Keperawatan menyoroti isu terkait penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang memerlukan penanganan kolaboratif dari berbagai pihak.
"Saya berharap banyak pada Venereologi. Ternyata penyakit infeksi menular seksual itu telah menduduki peringkat kelima dalam daftar pembiayaan kesehatan. Selain itu, progres penyebarannya sangat tinggi dan menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Ini bukan lagi isu kecil. Penyakit ini berkembang dengan cepat dan memberikan dampak yang sangat besar pada kesehatan penduduk," kata Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) saat memberikan sambutan.
Turut hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D, Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS, Ketua KSM Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.D.V.E, M.Ag, dan staf serta Ketua Perdoski Cabang Padang dr. Irdawaty Izrul, Sp.DVE, FINSDV, FAADV.
Ia menambahkan, penanganan IMS saat ini masih terfragmentasi. Ada yang ditangani oleh spesialis penyakit dalam, ada pula yang dikelola oleh spesialis alergi, dan lain-lain. Kondisi ini berpotensi menjadi "bom waktu" di masa depan jika tidak ada koordinasi yang kuat. "Oleh karena itu, kami meminta agar seluruh pihak terkait, baik dari rumah sakit maupun fakultas kedokteran, dapat berkolaborasi secara intensif," harapnya.
Bestari menekankan pentingnya skrining atau deteksi dini. Ia berharap program ini dapat diimplementasikan secara luas untuk menekan angka penyebaran dan kematian akibat IMS. "Bapak Menteri Kesehatan berharap skrining dan skrining. Kita harus coba. Bagaimana supaya ini diskrining lebih awal," tuturnya
Rapat kerja ini, sebutnya, tidak hanya membahas masalah venerologi, tetapi juga mencakup evaluasi program kerja Departemen Dermatologi dan Estetika. "Kami berharap, sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga berkontribusi secara signifikan pada kesehatan masyarakat.," ucapnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd mengatakan rapat kerja ini merupakan sebuah momentum untuk mengevaluasi dan capaian-capaian yang telah diraih baik dalam pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. "Berbicara riset, departemen ini yang cukup banyak mengajukan proposal ke fakultas. Ini menunjukkan semangat yang luar bisa dan kami memohon untuk terus menjaga semangat tersebut. Dan diharapkan semangat itu terus menular ke lain," harap Dekan FK Unand. (*)