Jumat, 29 Agustus 2025 10:06 WIB

Dirmedkep RSUP M Djamil Minta Pemetaan Dokter Neurologi untuk Layanan Stroke Paripurna

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
10

Padang (26/08) - Komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk memberikan pelayanan prima ditegaskan kembali dalam Rapat Kerja (Raker) Neurologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand)/RSUP Dr. M. Djamil. Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menghadiri rapat kerja di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Kampus Jati.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), hadir dalam rapat tersebut menyoroti perlunya pemetaan (mapping) dokter spesialis neurologi dan calon dokter spesialis neurologi di Sumatera Barat. Tujuannya adalah agar penanganan penyakit stroke di wilayah ini dapat dikelola secara menyeluruh, dari awal hingga tuntas.

"Stroke merupakan salah satu penyakit dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penanganan yang cepat dan tepat sangat krusial untuk meminimalkan dampak buruknya. Oleh karena itu, ketersediaan dokter spesialis neurologi yang merata menjadi kunci," ucapnya.

Turut hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Ketua Komkordik Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes, Ketua TKP PPDS FK Unand Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT (K) Spine, Ketua Komite Medis RSUD Rasidin dr. Rahmat Taufik, Sp.B  Subsp. Onk (K), MH, Ketua Departemen Neurologi FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil Prof. Dr. dr. Yuliarni Syafrita, Sp.S (K) dan staf Neurologi.

Bestari menekankan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat memikul tanggung jawab besar. Rumah sakit ini tidak hanya harus menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia di bidang kesehatan. "Dengan pemetaan yang akurat akan dapat merencanakan distribusi dokter secara lebih efektif. Ini termasuk penempatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit di daerah-daerah lain di Sumatera Barat, tidak hanya di Padang," tuturnya.

Apalagi, sebutnya, direncanakan bulan November mendatang akan diterapkan sistem rumah sakit berbasis kompetensi. Dan rumah sakit akan dibagi berdasar tingkat kemampuannya dalam memberikan pelayanan yakni dasar, madya, utama, dan paripurna.

"Kondisi ini salah satunya akan terjadi transisi dan penyesuaian sumber daya manusia. Oleh karena itu melalui raker ini perlunya pemetaan (mapping) dokter spesialis neurologi dan calon dokter spesialis neurologi di Sumatera Barat. Juga menjadi wadah diskusi strategis tentang kurikulum pendidikan calon dokter spesialis neurologi. Hal ini bertujuan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap menghadapi tantangan di lapangan," tuturnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd mengatakan rapat kerja ini merupakan sebuah momentum untuk mengevaluasi dan capaian-capaian yang telah diraih baik dalam pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Evaluasi itu bisa ditentukan berdasar audit mutu internal dan audit mutu eksternal. "Diharapkan dalam raker ini menghasilkan program kerja yang dapat memberikan dapka bagi departemen neurologi," tukasnya.(*)