Padang - RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanggulangan isu kesehatan Antimicrobial Resistance (AMR). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan resmi dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Barang dari Fleming Fund.
Hibah ini secara ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas Laboratorium Mikrobiologi rumah sakit, menjadikannya garda terdepan dalam upaya pengendalian dan penanggulangan AMR di wilayah regional Sumatera.
Proses serah terima ini ditandai dengan kunjungan Tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI ke RSUP Dr. M. Djamil. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini memiliki dua agenda. Yakni penandatanganan BAST Hibah Barang Fleming Fund dan pelaksanaan On The Job Training (OJT) Laboratorium.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Kesehatan. "Suatu kebanggaan bagi kami, RSUP Dr. M. Djamil, dapat menjadi salah satu Satuan Kerja (Satker) yang menerima Hibah Barang ini," ujar Dovy dalam sambutannya.
Ia berharap dengan adanya barang tersebut, yang meliputi berbagai peralatan dan sarana prasarana laboratorium, nantinya dapat memajukan dan meningkatkan Pelayanan kepada masyarakat secara signifikan. "Dukungan sarana dan prasarana dari Fleming Fund ini akan menjadi katalisator bagi rumah sakit untuk mengoptimalkan layanan diagnostik, terutama yang berkaitan dengan penyakit infeksi dan resistensi antimikroba, yang merupakan isu kesehatan global yang mendesak," ucapnya.
Kegiatan penandatanganan BAST, tuturnya, merupakan langkah formal yang menandai penyerahan tanggung jawab barang hibah dari Kemenkes kepada pihak rumah sakit. Selain BAST, tim Kemenkes RI juga melakukan OJT Laboratorium. "Pelatihan di tempat kerja ini bertujuan memastikan bahwa seluruh petugas dan tenaga kesehatan yang akan mengoperasikan peralatan baru tersebut memiliki kompetensi teknis yang memadai," sebutnya.
Penguatan laboratorium mikrobiologi ini, tambah Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, sejalan dengan program nasional Kementerian Kesehatan untuk memperkuat jejaring laboratorium rujukan di Indonesia dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba dan penyakit menular lainnya. RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit vertikal Kemenkes dan rujukan utama di region Sumatera, memegang peran sentral dalam jaringan ini.
"Pihak RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk memanfaatkan hibah ini seoptimal mungkin demi tercapainya standar mutu pelayanan kesehatan rujukan yang lebih tinggi, serta berkontribusi aktif dalam program pengendalian AMR di Indonesia," harap Luhur Joko Prasetyo.
Pada kesempatan itu, tim terdiri dari Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Tim Kerja Akuntansi dan BMN Setditjen Kesehatan Lanjutan, dan Tim Fleming Fund Country Grand to Indonesian meninjau peralatan yang dihibahkan ke Laboratorium Sentral. Peninjauan ini memastikan barang-barang hibah telah terpasang dan siap digunakan untuk meningkatkan kualitas diagnostik infeksi dan AMR di rumah sakit.(*)