Selasa, 03 Maret 2026 09:11 WIB

PKKMB PPDS Onkologi Radiasi Angkatan 3 di RSK Dharmais Tekankan Pendidikan Bermartabat

Responsive image
Humas - RS Kanker Dharmais Jakarta
11

Jakarta - Rumah Sakit Kanker Dharmais kembali melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) kepada enam peserta didik baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Periode II Tahun 2025–2026 untuk Program Studi Spesialis Onkologi Radiasi yang berlangsung pada 26–27 Februari dan 2 Maret 2026 di Ruang Diklat Lantai 5, RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA menyampaikan bahwa kehadiran para peserta didik di Rumah Sakit Kanker Dharmais merupakan harapan masyarakat serta harapan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengingat kebutuhan dokter spesialis onkologi radiasi di Indonesia masih jauh dari rasio ideal.

Menurutnya, untuk menjadi peserta didik PPDS bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan perjuangan panjang, tidak hanya dari diri sendiri tetapi juga dari keluarga dan orang tua.

“Jadilah peserta didik yang unggul, tidak hanya secara akademik, tetapi juga unggul dalam empati dan budaya pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

dr. Eniarti menambahkan bahwa pusat pendidikan onkologi radiasi di Indonesia masih sangat terbatas sehingga kesempatan untuk menempuh pendidikan di bidang ini harus benar-benar disyukuri. Untuk menjadi seorang ahli onkologi radiasi, pembelajaran tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pemahaman terhadap pasien.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berpesan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis. Selain itu, kejujuran kepada pasien juga menjadi kewajiban, termasuk menyampaikan status sebagai peserta didik yang sedang menjalani pendidikan.

“Sebagian besar keluhan pasien muncul karena masalah komunikasi. Bukan karena tenaga medis tidak kompeten, tetapi karena pasien merasa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Selain aspek klinis, dr. Eniarti menegaskan pentingnya membangun budaya pendidikan yang bermartabat serta bebas dari praktik perundungan (Bullying). Ia mendorong pembentukan Ikatan Residen (IKARES) Onkologi Radiasi sebagai wadah aspirasi peserta didik kepada manajemen.

“Peserta didik kita saat ini memang masih sedikit, tetapi ke depan akan terus bertambah. Karena itu, mari kita budayakan pendidikan yang bermartabat, dan jadikan PPDS kita berbeda dengan pusat-pusat lain,” terangnya.

Sebagai Pusat Kanker Nasional, RS Kanker Dharmais harus memiliki pembeda dibandingkan rumah sakit lain, baik dari sisi pelayanan, pendidikan, maupun riset. Riset-riset yang berkualitas dan terpublikasi secara internasional diharapkan dapat lahir dari para peserta didik.

dr. Eniarti berharap seluruh peserta didik PPDS Spesiali Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais agar dapat menjaga marwah rumah sakit dan profesi kedokteran.

“Jadilah calon dokter spesialis onkologi radiasi yang dicintai masyarakat dan dibanggakan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.***