Jumat, 17 April 2026 14:26 WIB

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Supervisi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
16

Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan tingkat lanjut di Indonesia. Pada Jumat (17/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menerima kunjungan kerja Tim Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Direksi. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka supervisi pembinaan dan penguatan implementasi kebijakan pelayanan darah serta pelayanan transplantasi organ sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan rujukan nasional.

Rombongan yang dipimpin oleh Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI dr. Yanti Herman, SH, M.HKes disambut oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama jajaran direksi dan manajemen.

Dalam sambutannya, Direktur Utama menegaskan pentingnya penguatan kedua layanan tersebut sebagai fondasi sistem rujukan yang berkualitas. “Pelayanan darah dan transplantasi organ adalah dua pilar penting dalam sistem pelayanan kesehatan rujukan mencerminkan tingkat kematangan sebuah institusi layanan kesehatan. Di dalamnya tidak hanya berbicara tentang tindakan medis, tetapi juga menyangkut sistem yang terintegrasi, tata kelola yang akuntabel, kepatuhan terhadap regulasi, kesiapan sumber daya manusia yang unggul, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan berstandar tinggi,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas.

Ia menambahkan pelayanan darah memiliki peran vital dalam menunjang berbagai layanan klinis. “Pelayanan darah tidak hanya berbicara tentang ketersediaan, tetapi juga tentang keamanan, ketepatan distribusi, serta keberlanjutan pasokan yang menjadi penopang berbagai layanan klinis, mulai dari kegawatdaruratan hingga tindakan operasi kompleks,” lanjutnya.

Terkait transplantasi organ, khususnya transplantasi ginjal, ia menegaskan layanan ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan layanan kesehatan tingkat lanjut. “Transplantasi organ adalah bentuk pelayanan yang sarat dengan nilai kemanusiaan, harapan, dan keberlanjutan hidup. Namun, layanan ini juga menuntut kesiapan yang sangat tinggi, baik dari aspek klinis, etik, hukum, maupun sosial,” ungkapnya.

Direktur Utama menyampaikan kegiatan supervisi ini menjadi momentum strategis untuk evaluasi dan penguatan layanan. “Kami berharap melalui paparan, diskusi, serta kunjungan lapangan, dapat diperoleh gambaran yang komprehensif. Tidak hanya mengenai capaian yang telah diraih, tetapi juga berbagai tantangan yang masih harus kita jawab bersama. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, kami optimis setiap tantangan dapat kita ubah menjadi peluang untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman memaparkan progres serta identifikasi kebutuhan dalam pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Ia menjelaskan Unit Produksi Darah (UPD) RSUP Dr. M. Djamil telah ditetapkan sebagai target prioritas nasional untuk percepatan sertifikasi CPOB.

“UPD RSUP Dr. M. Djamil secara resmi ditetapkan sebagai target prioritas nasional untuk percepatan sertifikasi CPOB, sehingga menuntut eksekusi yang terukur dan komprehensif. Kami menargetkan pada November 2026 dapat mengajukan sertifikasi CPOB, dan pada Desember 2026 seluruh persyaratan telah terpenuhi,” jelas Dr. dr. Bestari Jaka Budiman.

Ia menambahkan strategi yang dilakukan meliputi akselerasi pembangunan infrastruktur, penguatan sistem mutu, serta koordinasi regulatori yang proaktif. “Ini guna memastikan kesiapan sertifikasi pada akhir tahun 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Yanti Herman, SH, M.HKes menyampaikan kegiatan supervisi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal di rumah sakit rujukan.

“Supervisi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pelayanan darah dan transplantasi organ berjalan sesuai standar, aman, dan berkelanjutan. Kami juga mengapresiasi komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mempersiapkan pemenuhan standar, termasuk kesiapan menuju sertifikasi CPOB,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI juga melakukan kunjungan langsung ke UPD RSUP Dr. M. Djamil untuk melihat kesiapan sarana, prasarana, serta implementasi sistem yang telah berjalan. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kondisi lapangan sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi penguatan layanan ke depan.***