Padang (1/12) - RSUP Dr. M. Djamil menggelar Upacara Peringatan HUT ke-54 KORPRI dengan khidmat di halaman parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Upacara yang diikuti jajaran direksi, manajemen dan civitas hospitalia ini dipimpin oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Peringatan HUT KORPRI tahun ini mengusung tema sentral “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju”, sebuah tema yang sarat akan makna dan semangat pengabdian. Tema ini merupakan refleksi dari tekad Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk senantiasa menjaga persatuan, soliditas, integritas, dan kemandirian dalam pengabdian.
“Tema ini mencerminkan tekad Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjaga persatuan, solid, berintegritas, dan mandiri dalam pengabdian, menjadi kekuatan moral dan profesional, menjadikan KORPRI sebagai kekuatan pemersatu dan penggerak birokrasi demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujar dr. Maliana, M.Kes, saat membacakan sambutan dari Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional.
Inspektur Upacara mengingatkan pengabdian dan perjuangan KORPRI bagi negeri memiliki arti mendalam. KORPRI, di mana pun bertugas, selalu hadir sebagai abdi negara yang bekerja dengan tulus, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, serta menjaga keutuhan dan keberlangsungan pelayanan publik di seluruh penjuru Tanah Air, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.
“Harus kita ingat dan kita sadari bersama, bahwa pengabdian serta perjuangan KORPRI bagi negeri ini memiliki arti. Dalam setiap langkah dan karya, KORPRI senantiasa hadir sebagai abdi negara yang bekerja dengan tulus, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dan menjaga keutuhan serta keberlangsungan pelayanan publik,” tegasnya.
Dalam upaya memperkuat organisasi, perhatian terhadap kesejahteraan para anggota KORPRI harus menjadi prioritas utama. Maliana menekankan pentingnya pola karier dan pengembangan profesionalisme yang harus terbebas dari campur tangan politik maupun kepentingan-kepentingan lain yang dapat mengganggu netralitas ASN.
Kemandirian dan netralitas KORPRI adalah dua hal mendasar yang menjadi kekuatan organisasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berwibawa. "Anggota KORPRI senantiasa setia mengabdi dan berjuang tanpa lelah demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat," pintanya.
Menyikapi tantangan di era digital saat ini, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil mengajak seluruh ASN untuk melakukan perubahan besar dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak.
“Kita hidup di era digital yang menuntut perubahan besar dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak. ASN harus mampu beradaptasi dengan teknologi, bekerja lebih cepat, efisien, inovatif, dan berdaya saing,” imbuhnya.
ASN dituntut untuk menjadi penggerak utama transformasi digital pemerintahan, bukan sekadar pelaksana. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mempermudah pelayanan, memperkuat transparansi, dan membangun kepercayaan rakyat.
Ia juga mengajak seluruh anggota KORPRI diajak untuk mengambil sikap KORPRI SIAGA. Momentum HUT KORPRI ke-54 ini dijadikan sebagai Apel Kesiapsiagaan KORPRI untuk menutup tahun 2025 dan mengawali tahun 2026. Dengan jumlah total 5,5 juta ASN, seluruh anggota diajak untuk terus siap siaga dan melaksanakan Delapan Tekad Kesiapsiagaan KORPRI dengan penuh kekompakan dan soliditas.
“Semoga semangat pengabdian ini terus menyala di setiap insan KORPRI, demi Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan sejahtera,” tukas Maliana. (*)