Jumat, 05 Desember 2025 00:18 WIB

Mengenal TMS Terapi Magnetik untuk Depresi Cara Kerja Manfaat Keamanan

Responsive image
Humas - RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta
301

Jakarta - Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) atau Stimulasi Magnetik Transkranial adalah teknik terapi yang menggunakan medan magnet untuk merangsang aktivitas otak untuk mengobati depresi. Terapi ini digunakan bila obat antidepresan dan psikoterapi belum memberikan hasil optimal, tidak dapat diberikan,dan kebutuhan hasil terapi yang lebih cepat.

Secara sederhana, Anda bisa membayangkan TMS sebagai "reset" lembut pada bagian otak yang mengatur suasana hati dengan menggunakan energi magnetik.

Bagaimana Cara Kerja TMS?

Di otak kita, ada miliaran sel saraf yang berkomunikasi satu sama lain menggunakan sinyal listrik dan bahan kimia. Pada orang yang mengalami depresi, seringkali ditemukan bahwa aktivitas listrik di bagian otak tertentu yaitu di area bagian depan atas kepala yang berperan penting dalam mengatur suasana hati, pengambilan keputusan, dan fungsi eksekutif menjadi kurang aktif.

Cara TMS bekerja:

  1. Dokter/perawat akan menempatkan alat yang disebut kumparan (coil) magnet di atas kepala pasien.
  2. Alat ini akan menghasilkan denyutan magnetik yang pendek dan cepat. Anda mungkin akan mendengar bunyi "klik" dan merasakan sensasi mengetuk ringan di kulit kepala Anda.
  3. Medan magnet ini akan menghasilkan arus listrik yang sangat kecil dan terfokus pada sel-sel saraf target. Tujuannya untuk mengaktifkan kembali sel-sel saraf yang sebelumnya kurang aktif akibat depresi.
  4. Dengan mengaktifkan kembali sirkuit otak yang lesu, TMS diharapkan dapat mengurangi gejala depresi dan suasana hati membaik.

 

Jadwal Perawatan

Terapi TMS membutuhkan komitmen waktu. Ini bukanlah solusi sekali jalan yang instan melainkan serangkaian sesi yang teratur.

Perawatan TMS membutuhkan:

  • Dilakukan  1 (satu)  sesi setiap hari selama minimal 5 hari atau sesuai kebutuhan
  • Berkisar antara 20 - 30 menit.

 

Keunggulan TMS:

  • Tidak memerlukan anestesi, sayatan, atau prosedur pembedahan.
  • Tidak memiliki efek samping di tubuh seperti yang sering dialami pada obat anti depresi
  • Tidak menyebabkan gangguan memori dan konsentrasi.
  • Pasien dapat langsung mengemudi atau kembali bekerja setelah sesi.

 

Efek Samping yang Mungkin Terjadi:

  • Rasa Tidak Nyaman/Sakit Kepala Ringan: biasanya terjadi selama atau segera setelah sesi pertama dan membaik beberapa menit kemudian.
  • Ketukan di Kulit Kepala: Sensasi dan suara ketukan di bawah kumparan magnet selama perawatan.

 

Siapa yang Cocok untuk Terapi TMS?

TMS biasanya dipertimbangkan untuk orang dewasa yang didiagnosis dengan depresi yang:

  • Telah mencoba setidaknya satu atau dua jenis obat antidepresan, tetapi tidak menunjukkan perbaikan signifikan.
  • Mengalami efek samping obat antidepresan
  • Kebutuhan hasil terapi yang lebih cepat dibandingkan obat antidepresan ( respons terapi obat antidepresan adalah 2 minggu)

RS Soeharto Heerdjan kini menghadirkan Layanan TMS  (Transcranial Magnetic Stimulation) dengan standar medis modern, ditangani langsung oleh tenaga ahli Kesehatan jiwa berpengalaman. Jika Anda atau orang terdekat sedang berjuang  menghadapi depresi dan membutuhkan solusi yang efektif non-ivansif serta minim efek  samping, terapi TMS di RS Soeharto Heerdjan dapat menjadi pilihan terbaik.