JAKARTA (09/12) – Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS saksikan Penandatanganan MoU Biomedical Engineering Certification (BEMC) yang dilaksanakan oleh Matthew Chan (Associate Director, Asia Pacific ECRI Benhard), Dirut RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP(K), MARS serta Kepala Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK), Subadri, ST., MSi. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada panggung acara Hai Fest 2025 Perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.
Program Biomedical Engineering Certification (BMEC) dari Emergency Care Research Institute (ECRI) memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi profesional tenaga elektromedis, menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan Kesehatan serta pengelolaan alat kesehatan yang efektif di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada dasarnya program ini merupakan perwujudan dari Transformasi Layanan Rujukan yang merupakan bagian dari Transformasi Kesehatan. Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) adalah rumah sakit pengampu utama layanan kardiovaskular di Indonesia, berfungsi sebagai pusat rujukan nasional untuk penyakit jantung dan pembuluh darah, serta mengampu jejaring rumah sakit lain untuk pengembangan layanan jantung di seluruh negeri, mencakup sarana, prasarana, alat kesehatan, dan SDM.
“Saya menyambut baik rencana Kerjasama RSJPDHK, BPAFK dan ECRI dalam rencana akreditasi biomedical engineering. Dimana dalam hal ini RSJPDHK menjadi pilot project untuk Biomedical Engineering Certification. Dengan program ini, keselamatan pasien yang menjadi salah satu focus utama pelayanan kesehatan dapat lebih optimal.” ungkap Dirjen Keslan.
Semoga dengan adanya Biomedical Engineering Certification (BMEC) diharapkan dapat menjadi momentum perubahan kerja tenaga elektromedis di fasilitas pelayanan Kesehatan dari semula sebagai biomedical engineering maintenance service menjadi healthcare technologi management.