Kamis, 11 Desember 2025 00:24 WIB

RSUP Dr M Djamil Perkuat Implementasi Sel Punca Melalui Kunjungan Pendampingan

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
121

Padang (08/12) - RSUP Dr. M. Djamil semakin menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan layanan berbasis inovasi dan penelitian, khususnya di bidang terapi sel punca dan jaringan. Keseriusan ini ditandai dengan kunjungan dari tim Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Komite Sel Punca, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ruang Rapat Direksi.

Kunjungan  ini bertujuan memberikan pendampingan teknis kepada rumah sakit dalam rangka pengembangan layanan sel punca dan jaringan, sebuah langkah krusial menuju transformasi layanan advanced care berbasis riset.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memaparkan saat ini, RSUP Dr. M. Djamil telah memiliki Instalasi Bank Jaringan dan Sel yang terintegrasi, yang pembangunannya melalui tahapan konsultasi desain dan layout bersama BPOM. "Bank Jaringan dan Laboratorium Sel telah dilengkapi dengan sistem udara terpisah atau HVAC standar BPOM, yang menjamin fasilitas tersebut telah memenuhi standar untuk produksi sel dan jaringan," ungkapnya.

Kunjungan pendampingan ini dihadiri oleh perwakilan tim Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan yang dipimpin oleh Sri Nuraini, S.K.M, dan anggota Komite Pengembangan Sel Punca Prof. drh. Arief Boediono, Ph.D, PAVet(K).

Dari pihak RSUP Dr. M. Djamil, turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Kepala Instalasi Bank Jaringan dan Sel dr. Benni Raymond, Sp.BRE, Subsp. KM (K), Konsultan Instalasi Bank Jaringan dan Sel Dr. dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT. Subsp. PL(K), M. Kes dan dr. Hirowati Ali, MD. PhD, serta jajaran manajemen rumah sakit. Rombongan pendampingan juga berkesempatan meninjau langsung Instalasi Bank Jaringan dan Sel serta Stem Clinic.

Bank Jaringan ini, sebut Dirut, saat ini telah mampu memproduksi amnion, bone graft, dan PRP (Platelet Rich Plasma). Produk-produk ini tidak hanya digunakan secara internal, tetapi juga oleh jejaring rumah sakit seperti RS Unand dan SPH. “Untuk amnion, kami menjadi salah satu dari dua produsen di Indonesia selain Airlangga Surabaya,” tegasnya.

Meskipun infrastruktur Bank Jaringan telah berjalan lancar, implementasi layanan di Laboratorium Sel masih menghadapi tantangan perizinan. Laboratorium Sel telah berhasil memproduksi sel punca dan sekretom, namun penerapannya pada pasien masih terkendala regulasi.

“Pendampingan telah dilakukan oleh Kemenkes dan BPOM, termasuk kunjungan lapangan. Namun, beberapa regulasi perizinan masih bersifat multitafsir, sehingga pendampingan teknis ini diperlukan agar rumah sakit memiliki kejelasan jalur implementasi,” jelas Dovy Djanas.

Untuk mengantisipasi dan memastikan kesiapan layanan, RSUP Dr. M. Djamil telah mendirikan Stem Clinic yang terintegrasi dengan layanan non-JKN sebagai wadah layanan terapi sel di masa depan. "Saat ini, terapi sel dan sekretom, khususnya di bidang ortopedi, telah diselenggarakan melalui kerja sama dengan fasilitas berizin GMP, yaitu Regenic. Kemitraan ini juga memberikan dukungan konsultasi dan pembiayaan berbasis penelitian," sebut Dovy.

Selain itu, rumah sakit juga telah membentuk Tim Regenerative Medicine yang melibatkan lintas disiplin ilmu untuk mengembangkan layanan dan penelitian terapi sel di bidang masing-masing.

Progres pesat yang ditunjukkan RSUP Dr. M. Djamil adalah bukti kesiapan mereka untuk bertransformasi menjadi pusat layanan advanced care berbasis riset. Namun, Direktur Utama menekankan perjalanan ini tidak dapat dilakukan sendiri.

“Kami memerlukan dukungan kebijakan, standardisasi, dan harmonisasi regulasi dari Kemenkes RI agar proses perizinan, implementasi klinis, dan pengembangan layanan dapat berjalan secara aman, bertahap, dan terukur,” harapnya.

Oleh karena itu, kegiatan pendampingan ini dinilai sangat penting sebagai ruang penyelarasan pemahaman dan sinkronisasi kebijakan nasional. “Kami berharap pertemuan ini menghasilkan langkah strategis yang mempercepat hadirnya layanan terapi sel yang aman, legal, efektif, dan dapat diakses masyarakat,” harap Dovy Djanas.(*)