Jakarta (08/12) – RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) resmi menjadi pusat pelatihan dalam program Regional Training Course (RTC) on Management of External Beam Radiotherapy yang digelar oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk region Asia-Pasifik dari tanggal 8 hingga 12 Desember 2025 di Jakarta. Program pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah pakar radioterapi internasional dari beberapa negara seperti Jepang, Thailand, Selandia Baru, Australia, Korea dan Turki.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari proyek RCA RAS6110 yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan radioterapi khususnya di negara – negara yang tergolong baru dalam bidang onkologi radiasi seperti Kamboja, Fiji, Laos, Nepal, Palau, Papua Nugini dan Vanuatu. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari secara mendalam perihal teknik yang lebih efektif di bidang radioterapi, yaitu VMAT (Volumetric Modulated Arc Therapy). Teknik tersebut merupakan jenis terapi yang menggunakan alat pemancar radiasi di sekitar pasien secara berputar dengan pengaturan yang sangat presisi agar terapi radiasi lebih cepat dan akurat dengan dosis yang lebih baik. Kegiatan ini juga menyoroti pembaruan panduan penatalaksanaan berbagai jenis kanker, seperti kanker prostat, kanker serviks, kanker gastrointestinal dan hepatobilier, kanker paru, kanker payudara, kanker kepala dan leher, dan tumor sistem saraf pusat.
Proyek RCA RAS6110 mendorong negara peserta pelatihan dalam membangun layanan radioterapi sesuai standar internasional dengan mengadopsi teknologi modern seperti 3D-CRT, IMRT dan VMAT serta memperkuat jejaring kolaborasi jangka panjang dalam pelatihan kesiapan tenaga kesehatan terhadap penatalaksanaan kanker yang kompleks. Materi pelatihan diberikan melalui pendekatan berbagai kasus, meliputi pemetaan target oleh dokter spesialis onkologi radiasi, perencanaan terapi oleh fisika medis, demonstrasi set – up, imobilisasi dan penjaminan mutu oleh radioterapis, evaluasi antar peserta dan pakar internasional, serta visit fasilitas radioterapi.
IAEA Technical Officer, Dr. Soha Ahmed Salem, MD. MBA, dalam doorstop interview memaparkan alasan pihak IAEA memilih RSCM sebagai tuan rumah pada kegiatan kali ini karena kolaborasi yang pernah dijalankan oleh tim IAEA dengan RSCM beberapa tahun silam. Hal ini juga didukung oleh teknologi dan fasilitas yang mumpuni serta pelayanan prima yang dimiliki oleh RSCM. Ia juga menjelaskan bahwa metode dari pelatihan program radioterapi lanjutan ini cukup unik karena menggunakan sistem mentor – mentee dimana satu negara dengan teknologi serta fasilitas yang memadai akan membantu enam negara lain yang butuh peningkatan teknologi terbaru khususnya kawasan Asia – Pasifik sehingga masing -masing negara memiliki perwakilan untuk saling membantu, berbagi ilmu pengetahuan, serta membangun kerjasama antar negara.
Melalui kegiatan RCA ini, RSCM menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit rujukan nasional dengan kapasitas layanan radioterapi yang maju di Indonesia. Selain itu, kontribusi RSCM dalam memperkuat layanan kanker di Asia – Pasifik dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, keilmuan dan meningkatkan layanan radioterapi di Asia – Pasifik.