Jayapura (10/12) – Dalam rangka mempercepat peningkatan mutu dan pemerataan layanan kesehatan rujukan, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Program Wilayah. Pertemuan yang berfokus pada wilayah Papua Pegunungan ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan.
Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat integrasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta merumuskan langkah akselerasi pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) rujukan di wilayah Indonesia Timur.
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan penguatan fasyankes rujukan. “Penguatan fasilitas kesehatan rujukan merupakan kunci untuk menjamin layanan yang cepat, tepat, dan merata bagi seluruh masyarakat, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua Pegunungan. Kolaborasi dan koordinasi lintas unit serta dengan pemerintah daerah mutlak diperlukan,” tegasnya.
Pertemuan membahas sejumlah agenda prioritas, antara lain percepatan peningkatan kesiapan rumah sakit rujukan, transformasi layanan, penguatan tata kelola, serta optimalisasi jejaring dan sistem rujukan. Kepala Dinas Kesehatan Papua Pegunungan menyampaikan apresiasi dan komitmen penuh pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pusat dalam memetakan kebutuhan sarana-prasarana, meningkatkan kompetensi SDM kesehatan, dan memperkuat sistem kesehatan daerah.
Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan menyoroti bahwa dukungan data yang akurat, kolaborasi berkelanjutan, serta monitoring dan evaluasi yang ketat menjadi faktor penentu keberhasilan program. “Koordinasi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan program-program prioritas terimplementasi dengan baik di wilayah, sehingga akses masyarakat Papua Pegunungan terhadap layanan rujukan yang berkualitas dapat semakin terbuka,” jelasnya.
Melalui forum ini, seluruh pihak bersepakat untuk memperkuat langkah bersama dan aksi kolaboratif guna mendorong transformasi dan pemerataan layanan kesehatan rujukan yang berkeadilan bagi masyarakat Papua Pegunungan.