Jakarta (04/12) — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus memperkuat sistem layanan kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Pengelolaan Diabetes Melitus pada Anak dan Remaja Tingkat Dasar bagi Dokter Spesialis Penyakit Anak yang diselenggarakan di DKI Jakarta.
Pelatihan ini diikuti oleh dokter spesialis anak dari rumah sakit jejaring pengampuan Diabetes Melitus, yaitu RSUP Adam Malik, RSUP M. Djamil, RSUP Mohammad Hoesin, dan RSUD dr. Zainoel Abidin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat layanan Diabetes Melitus Terpadu, khususnya bagi anak dan remaja, agar dapat dilaksanakan secara komprehensif, terstandar, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, dr. Obrin Parulian, M.Kes, menegaskan bahwa penguatan kompetensi tenaga medis menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan penyakit kronis, termasuk Diabetes Melitus.
“Pelatihan ini dirancang untuk memastikan dokter spesialis anak di rumah sakit jejaring memiliki pemahaman dan keterampilan yang selaras dalam penatalaksanaan Diabetes Melitus pada anak dan remaja, sehingga mutu layanan dapat terus meningkat dan merata,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) selaku Project Leader Changing Diabetes in Children (CDiC-IDAI) menekankan pentingnya kolaborasi dan kesinambungan layanan dalam pengelolaan Diabetes Melitus pada kelompok usia anak dan remaja.
“Diabetes pada anak membutuhkan penanganan jangka panjang yang terintegrasi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memahami aspek klinis secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi penggerak pelayanan Diabetes Melitus Terpadu di rumah sakit masing-masing,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan terkait diagnosis, tata laksana medis, pemantauan jangka panjang, serta pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan Diabetes Melitus pada anak dan remaja. Kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan jejaring kolaborasi antar rumah sakit pengampuan dalam rangka memastikan kesinambungan rujukan dan kualitas pelayanan.
Pelatihan ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan langkah awal dari kerja besar bersama dalam menurunkan beban penyakit Diabetes Melitus di Indonesia. Kolaborasi, komunikasi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program pengampuan Diabetes Melitus ke depan, demi mewujudkan layanan kesehatan anak yang berkualitas dan berkelanjutan.