Bandung (16/12) – Dalam rangka memperkuat transformasi digital sektor kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Data dan Informasi dalam rangka Pendampingan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source (SIMGOS) Versi 2. Kegiatan yang berlangsung di RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu, Bandung kali ini dibuka Secara daring oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, M.Kes.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai permohonan dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terkait penggunaan SIMGOS Versi 2, sekaligus menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi data dan informasi dalam implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, M.Kes, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada fasyankes dalam percepatan digitalisasi layanan kesehatan. Salah satunya melalui penyediaan aplikasi SIMGOS yang bersifat non-berbayar, open source, dan telah disesuaikan dengan standar nasional variabel dan metadata rekam medis.
SIMGOS hadir sebagai solusi untuk membantu fasyankes dalam pengelolaan data pasien dan rekam medis secara terstandar, sekaligus mendukung interoperabilitas data kesehatan melalui platform SATUSEHAT, ujar dr. Sunarto saat membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara luring dengan pendekatan teknis dan praktis yang terbagi ke dalam enam kelas, meliputi instalasi dan konfigurasi SIMGOS, mastering data, uji coba aplikasi, bridging dengan BPJS Kesehatan, integrasi dengan SATUSEHAT, serta troubleshooting dan penanganan kendala teknis. Melalui skema ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif dan mampu mengimplementasikan SIMGOS secara mandiri di fasilitas masing-masing.
Peserta pertemuan terdiri dari perwakilan berbagai fasyankes pengguna SIMGOS, unsur Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan, serta tim teknis dan panitia dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kehadiran peserta dari berbagai daerah mencerminkan tingginya komitmen dan antusiasme fasyankes dalam mendukung penerapan RME dan integrasi data kesehatan nasional.
Melalui pertemuan koordinasi dan pendampingan ini, Kementerian Kesehatan berharap terbangun kesamaan persepsi dalam pengelolaan data dan informasi kesehatan, meningkatnya kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta terwujudnya integrasi data kesehatan yang kuat dan berkelanjutan sebagai fondasi transformasi kesehatan menuju Indonesia Sehat.
#Sinergi
#Transformasi
#Prestasi