Jakarta (19/12) – Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan (PPKR) selaku Pembina Wilayah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Program Bina Wilayah DKI Jakarta. Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Yanti Herman, M.Kes.
Dalam sambutannya, dr. Yanti Herman, M.Kes menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan kesehatan di Indonesia. "Pembangunan sektor kesehatan di Indonesia menghadapi banyak tantangan, termasuk peningkatan penyakit tidak menular dan kesenjangan akses layanan kesehatan," ungkapnya.
Ia menekankan perlunya langkah strategis dan terintegrasi agar pelayanan kesehatan berkualitas dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, dimana negara memiliki kewajiban untuk menjamin akses dan mutu pelayanan kesehatan yang adil.
Direktur PPKR juga menjelaskan bahwa Program Bina Wilayah merupakan upaya untuk memperkuat komunikasi dan pendampingan daerah. "Kami berharap program ini dapat mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan kesehatan nasional, serta beradaptasi dengan kebutuhan daerah masing-masing," tambahnya.
Jakarta, sebagai ibu kota dan pusat rujukan kesehatan nasional, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal capaian pelayanan kesehatan. Dalam pertemuan ini, dihadirkan berbagai unit kerja Kementerian Kesehatan untuk membahas tantangan dan solusi dalam implementasi transformasi kesehatan di DKI Jakarta.
Sebagai penutup, dr. Yanti Herman, MH.Kes mengajak semua peserta untuk memanfaatkan forum tersebut secara maksimal serta mengucapkan terima kasih atas komitmen dan partisipasi aktif semua pihak. "Mari kita wujudkan transformasi kesehatan yang semakin unggul," tutupnya.
#Sinergi
#Transformasi
#Prestasi