Jumat, 19 Desember 2025 19:04 WIB

Kemenkes Jalin Kerja Sama dengan Childrens Medical Foundation untuk Perkuat Layanan Neonatal

Responsive image
abs rfs - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
136

Jakarta (18/12) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan Children’s Medical Foundation (CMF) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Ruang Rapat 214 A Kementerian Kesehatan. Kerja sama ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan neonatus di Indonesia.

Kegiatan penandatanganan MoU dilaksanakan antara Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS dengan Program Director CMF Estella Huang, serta turut dihadiri oleh  perwakilan Daima Foundation Renobulan Rizal Sini Suheimi, Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Kemenkes Harditya Suryawanto, serta jajaran pimpinan rumah sakit rujukan nasional seperti RSCM dan RSAB Harapan Kita.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang telah dilaksanakan pada 9 Desember 2025, yang membahas peluang kolaborasi strategis dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Fokus utama kerja sama meliputi penguatan program neonatal serta pengembangan layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di rumah sakit.

Children’s Medical Foundation merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1995 dan merupakan bagian dari Project HOPE Hong Kong. CMF dikenal melalui program Every Baby Rescued yang mencakup pelatihan NICU, pelatihan resusitasi neonatus, penguatan layanan kegawatdaruratan bayi, hingga pengembangan jejaring nasional layanan neonatal. Selama ini, CMF telah menjalankan berbagai program tersebut di China dan sejumlah wilayah terpencil.

Berdasarkan data World Bank tahun 2023, angka kematian bayi global tercatat sebesar 27 per 1.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian neonatus mencapai 17 per 1.000 kelahiran hidup. Di tingkat nasional, angka kematian bayi masih berada pada 16,85 dan angka kematian neonatus 9,3 berdasarkan Long Form Sensus Penduduk 2020. Sepanjang 2024, jumlah kematian bayi mencapai 33.150 kasus dan kematian neonatus sebanyak 26.656 kasus, dengan provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai wilayah dengan angka tertinggi.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen dan inisiatif CMF dalam mendukung peningkatan layanan neonatal di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, meningkatkan kualitas layanan NICU, serta memperbaiki sistem rujukan neonatal, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.

Kementerian Kesehatan sendiri telah melakukan berbagai upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, antara lain melalui program pengampuan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Upaya tersebut mencakup pelatihan PONEK, pelatihan keperawatan neonatus, penguatan deteksi dini komplikasi kehamilan, serta pemenuhan alat kesehatan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Melalui kerja sama jangka panjang dengan CMF, diharapkan  dapat mendorong inovasi, transfer pengetahuan, serta penerapan praktik terbaik dari pengalaman internasional untuk menekan angka kematian bayi dan neonatus secara berkelanjutan di Indonesia.

 

#Sinergi

#Transformasi

#Prestasi