Jumat, 19 Desember 2025 19:08 WIB

Ditjen Keslan Gelar Townhall Budaya Kerja 2025

Responsive image
abs roy rfs - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
112

Jakarta (19/12) – Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (Ditjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan kegiatan Townhall Budaya Kerja secara luring di Ruang Auditorium Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi transformasi internal serta mengevaluasi implementasi perubahan budaya kerja di lingkungan Ditjen Keslan.

Acara yang diselenggarakan secara Daring dan Luring ini mengangkat tema penguatan komunikasi dan kinerja. Townhall kali ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS, jajaran pimpinan tinggi di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Direktur Utama Rumah Sakit Vertikal, seluruh pegawai di lingkungan kantor pusat Ditjen Keslan, serta perwakilan pegwawai dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) dilingkungan Ditjen Keslan. Dengan Mengusung konsep egaliter, kegiatan ini mewajibkan seluruh peserta mengenakan busana kasual, yang melambangkan keterbukaan dan fleksibilitas dalam birokrasi yang modern.

Momen penting dalam Townhall kali ini adalah peluncuran resmi hashtag Ditjen Keslan, yaitu #Sinergi, #Transformasi, dan #Prestasi. Peluncuran ini dimaksudkan sebagai semboyan pemersatu sekaligus arah baru dalam berkomunikasi dan bekerja.

Tagar ini mencerminkan komitmen seluruh jajaran Ditjen Keslan untuk membangun kolaborasi yang kuat (Sinergi), melakukan perubahan berkelanjutan demi perbaikan layanan (Transformasi), dan senantiasa berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat (Prestasi).

Dalam sesi arahan strategis bertajuk Leader’s Talk: Achievements and Commitments Towards a Better Keslan, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan memaparkan sejumlah capaian krusial sepanjang tahun 2025. Salah satu sorotan utama adalah keberhasilan program peningkatan kelas 66 RSUD Pratama menjadi Kelas C, khususnya di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), serta operasionalisasi dua Rumah Sakit Superhub di Surabaya dan Makassar guna memperkuat rujukan di wilayah Indonesia Timur.

"Tahun 2025 adalah fase penting konsolidasi transformasi layanan kesehatan rujukan. Kita harus bergerak cepat pascapandemi untuk memberikan pelayanan terbaik yang berorientasi pada akses dan mutu," tegas dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS dalam paparannya. Beliau juga menyoroti kemajuan signifikan dalam layanan prioritas, di mana saat ini layanan bedah jantung terbuka telah mampu dilakukan di 30 provinsi, meningkat dari 19 provinsi pada tahun 2022.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja sumber daya manusia (SDM) yang unggul, Townhall ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan penghargaan "Hero of The Year 2025". Penghargaan ini diberikan kepada pegawai teladan di lingkungan Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan., yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa di unit kerjanya masing-masing.

Melalui forum ini, diharapkan dapat terus memperkuat nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai fondasi utama dalam mewujudkan layanan kesehatan rujukan yang berkelas dunia.

#Sinergi #Transformasi #Prestasi