Tanah Datar (20/12) - Sebagai rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil kembali melaksanakan aksi pengabdian masyarakat dengan menurunkan tim kesehatan ke daerah terdampak banjir di Nagari Guguak Malalo dan Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
Dalam aksi kemanusiaan kali ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya mengirimkan tenaga medis umum, melainkan menerjunkan tim lengkap yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, dan dokter spesialis kulit. Tim spesialis tersebut didampingi oleh perawat serta tim farmasi untuk memastikan pelayanan kesehatan dan distribusi obat-obatan berjalan optimal di posko pengungsian di Masjid Taqwa Jorong Mutiara Nagari Batu Taba dan Puskesmas Padang Laweh Malalo.
Khusus di posko pengungsian Masjid Taqwa Jorong Mutiara, tim medis berhasil memberikan penanganan dan pengobatan kepada sedikitnya lima puluh pasien yang merupakan korban terdampak yang merupakan warga Guguak Malalo. Berdasar pemeriksaan di lapangan, mayoritas warga mengeluhkan gangguan kesehatan berupa hipertensi, nyeri sendi, nyeri ulu hati, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, serta penyakit kulit berupa gatal-gatal yang kerap muncul pasca-bencana banjir.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat di posko utama di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan menegaskan kehadiran tim medis ini adalah bentuk komitmen nyata rumah sakit dalam meringankan beban masyarakat. “Kegiatan ini merupakan panggilan kemanusiaan bagi institusi kesehatan untuk memberikan akses pengobatan yang berkualitas bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan akibat dampak bencana,” katanya didampingi Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy dan jajaran direksi.
Menurutnya, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berperan sebagai pusat rujukan, tetapi juga harus proaktif hadir di tengah-tengah masyarakat saat kondisi darurat seperti ini terjadi. “Pelayanan yang diberikan sengaja melibatkan dokter spesialis agar diagnosa dan penanganan medis yang diterima warga lebih akurat dan tepat sasaran,” ucapnya.
Ia berharap melalui kehadiran tim medis ini, risiko penyebaran penyakit pasca-banjir dapat ditekan dan kondisi fisik warga dapat segera pulih. “Kami juga memastikan bahwa ketersediaan obat-obatan yang dibawa oleh tim farmasi telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan berdasarkan tren penyakit yang umum muncul di lokasi bencana,” tutur Dovy.
Pengabdian masyarakat ini mendapat apresiasi dari Pemkan Tanah Datar. Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyampaikan asa terima kasih yang tak terhingga kepada manajemen RSUP Dr. M. Djamil karena telah merespons kondisi darurat di Tanah Datar dengan sangat serius, bahkan dengan menghadirkan dokter-dokter spesialis langsung ke lokasi bencana.
“Bantuan kesehatan ini datang di saat yang sangat tepat, mengingat kondisi psikologis warga yang masih terguncang sering kali memicu munculnya berbagai keluhan fisik,” tuturnya.
Ia menyebutkan pemerintah daerah sangat terbantu karena penanganan medis yang diberikan bersifat komprehensif, mulai dari pemeriksaan anak-anak hingga lansia. “Sinergi yang ditunjukkan RSUP Dr. M. Djamil membuktikan bahwa masyarakat tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini. Kehadiran para dokter spesialis ini dinilai memberikan rasa aman dan tenang bagi para pengungsi yang selama ini merasa khawatir akan kondisi kesehatan mereka di tengah keterbatasan fasilitas di pengungsian,” tuturnya.
Ia menegaskan Pemkab Tanah Datar akan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan RSUP Dr. M. Djamil dalam upaya pemulihan pasca-bencana, khususnya dalam aspek kesehatan lingkungan dan pencegahan wabah penyakit. “Bagi kami, kecepatan respons medis adalah kunci utama dalam mencegah timbulnya korban tambahan pasca-kejadian bencana alam,” tegas Ahmad Fadly.
Langkah ini menambah panjang catatan dedikasi RSUP Dr. M. Djamil dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera Barat. Sebelumnya, rumah sakit ini juga telah sukses melaksanakan pengabdian masyarakat selama sepuluh hari penuh di daerah terdampak banjir bandang Nagari Salareh Air Timur, Kabupaten Agam. Tak hanya itu, aksi serupa juga sempat dilakukan di daerah Batu Busuak, Kota Padang, sebagai bagian dari rangkaian respons cepat rumah sakit terhadap situasi darurat yang menimpa masyarakat sekitar.(*)