Banten (27/12) – Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (Ditjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan melakukan pemantauan intensif terhadap kesiapan rumah sakit rujukan di sepanjang jalur mudik Jakarta-Lampung. Langkah ini diambil untuk menjamin penanganan medis yang cepat dan tepat bagi masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Sebanyak 9 rumah sakit strategis dikunjungi oleh tim pemantau, yang terdiri dari 4 RS di Provinsi Banten dan 5 RS di Provinsi Lampung. Fokus utama pemantauan adalah memastikan layanan gawat darurat (IGD), kesediaan SDM, serta kelancaran sistem rujukan bagi pasien pemudik.
Kesiagaan Jalur Utama: Banten dan Lampung
Di Provinsi Banten, tim mengunjungi RS Krakatau Medika, RSUD Kota Cilegon, RSUD dr. Drajat Prawiranegara, dan RSUD Kota Serang. Keempat RS ini menjadi garda terdepan bagi pemudik yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak.
Sementara itu, di Provinsi Lampung, pemantauan menyasar titik-titik krusial yang dilewati arus mudik Trans Sumatera, yaitu:
RS Natar Medika
RS Abdoel Moeloek (RSUD Provinsi)
RSUD Demang Sepulau Raya
RS Harapan Bunda
RSUD dr. H. Bob Bazar, SKM
Secara keseluruhan, tim pemantau menyimpulkan bahwa rumah sakit di sepanjang jalur Jakarta-Lampung telah berada pada posisi siap melayani. Namun, terdapat catatan penting terkait penguatan administrasi, seperti penerbitan SK Tim Siaga Nataru di tingkat manajemen RS yang perlu segera difinalisasi berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian setempat.
"Sinergi antara fasilitas kesehatan, penguatan jaringan komunikasi rujukan, dan mitigasi bagi pasien tanpa identitas menjadi kunci pelayanan yang inklusif selama libur Nataru," tulis tim pemantau dalam laporannya.
Tim 1 Pemantauan Nataru:
dr. Upik Rukmini
Sekar Arum
Ni Kadek Okta
Julia Putri
Zulkifli