Selasa, 06 Januari 2026 23:17 WIB

Awali 2026 RSWS Terima dan Lepas Fellowship Dokter Spesialis Berbagai Departemen

Responsive image
Humas - RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
23

Makassar (05/01) - Mengawali tahun 2026, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) menggelar kegiatan Penerimaan dan Pelepasan Fellowship terkait praktek klinik pendidikan Fellowship Dokter Spesialis di  RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo yang dihadiri oleh Jajaran Direksi, Ketua Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan, Kepala Unit Fungsional Pendidikan, Sub Unit Pendidikan Fellowship dan Adaptasi, para Ketua KSM dan Koordinator Fellowship Kardiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Neurologi, Radiologi dan Anestesi, para Pembimbing Klinik Fellowship masing-masing kompetensi, serta para peserta Fellowship.

Praktek klinik pendidikan Fellowship Dokter Spesialis yang dilaksanakan di RSWS merupakan pelaksanaan fellowship yang terbesar di Indonesia sejak tahun 2023. Berdasarkan daftar nama penerimaan tahun 2026, peserta Fellowship baru tercatat berjumlah 36 orang, sementara berdasarkan daftar nama pelepasan tahun 2026, peserta Fellowship yang selesai di tahun 2025 tercatat berjumlah 18 orang, dengan periode Fellowship selama 6 (enam) bulan hingga 1 (satu) tahun.

Dalam laporannya, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Dr. dr. Nu'man As Daud, Sp.PD, K-GEH, FINASIM menyampaikan bahwa peminatan program Fellowship di RSWS cukup besar. Tidak hanya dari Kawasan Timur Indonesia, peserta Fellowship juga ada yang berasal dari Aceh dan beberapa daerah di luar wilayah pengampuan RSWS. Namun demikian, dr. Nu’man lebih jauh menyampaikan harapannya terhadap keberlangsungan program Fellowship di RSWS ini. “Kita berharap, Fellowship ini akan berjalan terus dan akan dilakukan evaluasi-evaluasi oleh dua Tim, Tim Fellowship Nasional dan Tim Kolegium. (Juga akan) selalu dilakukan rapat evaluasi tentang hal-hal yang bisa mempercepat waktu (Fellowship) dengan hasil yang sesuai harapan Kementerian (Kemenkes) bahwa (setelah selesai) bisa dilakukan pelayanan yang lebih cepat di Rumah Sakit-Rumah Sakit tempat mereka akan bekerja”, ujarnya.

Selanjutnya, Direktur Utama Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An.KIC.KAKV dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya bahwa RSWS menerima Fellowship terbanyak dari berbagai wilayah di Indonesia. “Ini adalah salah satu target Kementerian (Kemenkes) untuk seluruh Rumah Sakit Vertikal yang besar, dan kita termasuk yang besar, untuk bisa melakukan pengampuan. Ini in line dengan pengampuan yang kita lakukan, pengampuan layanan prioritas dan pengampuan kewilayahan. Merupakan kebanggan kita bisa memberikan kontribusi untuk layanan-layanan unggulan, bukan hanya regional, tapi di seluruh Indonesia”, ujarnya. Namun lebih jauh Prof. Syafri mengutarakan bahwa yang menjadi penekanannya adalah adanya kondisi dimana ada peserta Fellowship yang telah selesai namun tidak mampu laksana sesuai kompetensinya di tempat ia bekerja. Untuk itu, Prof. Syafri meminta Direktorat SDM, Pendidikan dan Penelitian untuk berkoordinasi dengan pengelola Fellowship, agar ke depannya, peserta Fellowship yang diterima harus memenuhi standarisasi mampu laksana, sehingga ketika telah selesai dan menerima sertifikat kompetensi yang dianggap nilai garansi, mereka bisa langsung melakukan kompetensi di tempat tugas masing-masing.