Padang (7/1) - Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Ilmu Biomedis Program Magister Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada Rabu (7/1). Kehadiran Direktur Utama ini menegaskan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan akademik dan riset yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes) ini berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, Padang. Tim asesor yang hadir terdiri dari Prof. Dr. dr. Sandra Widaty, Sp.DVE. Subsp. D.T selaku Koordinator dan Dr. dr. Farida Rusnianah, Mkes, Sp.KKLP(K) sebagai anggota.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya peran Ilmu Biomedis sebagai jembatan utama yang menghubungkan antara penemuan di laboratorium dengan praktik klinis di bangsal rumah sakit. "Sinergi antara program studi dan rumah sakit pendidikan merupakan kunci utama dalam mendorong riset translasi. Riset ini mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari penelitian dasar dan pengembangan biomarker hingga implementasi nyata dalam pelayanan klinik yang berbasis pada bukti ilmiah atau evidence-based medicine," ucapnya.
Dovy menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk memfasilitasi kebutuhan akademik dengan menjadi living laboratory. Hal ini dimaksudkan agar para dosen dan mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas rumah sakit secara optimal untuk mengembangkan riset pada bidang-bidang unggulan. Seperti penyakit degeneratif, penyakit infeksi, kesehatan reproduksi, serta berbagai inovasi dalam bidang diagnostik dan terapi. "Langkah ini sejalan dengan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, di mana penguatan sumber daya manusia, riset, dan teknologi kesehatan menjadi pilar yang sangat krusial," tegas Dirut.
Menurut Dovy, Program Studi Magister Ilmu Biomedis memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan bioteknologi, genomik, dan precision medicine. Dengan melahirkan tenaga ahli yang kompeten di bidang ini, diharapkan akan ada kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu layanan rujukan nasional di masa depan. "RSUP Dr. M. Djamil pun siap menjadi mitra utama dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara klinis tetapi juga kuat secara saintifik," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, menyampaikan asesmen lapangan ini tidak boleh dipandang hanya sebagai sebuah evaluasi administratif untuk memenuhi syarat formal. Sebaliknya, momentum ini merupakan waktu yang tepat bagi institusi untuk melakukan refleksi guna mencapai peningkatan mutu yang berkelanjutan.
"Kami berharap agar seluruh masukan dan saran yang diberikan oleh Tim Asesor LAMPTKes dapat memperkokoh tata kelola organisasi, menyempurnakan kurikulum agar tetap relevan dengan tantangan zaman, serta mempererat kolaborasi strategis antara Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan RSUP Dr. M. Djamil. Kolaborasi yang solid antara institusi pendidikan dan rumah sakit ini diharapkan dapat terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia kesehatan di Indonesia," tukasnya.(*)