Yogyakarta, (08/01) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, secara resmi melakukan peletakan batu pertama atau Groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito. Kegiatan tersebut menandai langkah awal dalam penguatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, sejalan dengan transformasi sistem pelayanan kesehatan lanjutan di Indonesia.
Pembangunan Gedung CMU ini menjadi bukti nyata komitmen RSUP Dr. Sardjito dalam menghadirkan fasilitas kesehatan berkelas dunia. Gedung ini tidak hanya akan menjadi pusat pelayanan kesehatan modern, tetapi juga berfokus pada kualitas keselamatan pasien dengan mengintegrasikan berbagai layanan medis, teknologi tinggi, dan sistem yang terhubung secara terpadu.
Acara peletakan batu pertama ini mengundang sejumlah pejabat nasional dan daerah, serta pemangku kepentingan terkait. Di antaranya hadir Menteri Kesehatan RI, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, serta berbagai pejabat penting lainnya, termasuk diundang Bupati Sleman dan Rektor Universitas Gadjah Mada. Selain itu, jajaran pejabat Forkopimda DIY juga turut diundang, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Polda DIY, serta kepala instansi terkait.
Gedung Central Medical Unit yang akan dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi ini terdiri dari 13 lantai dan dua basement. Dengan luas total bangunan mencapai 55.574 meter persegi, gedung ini dirancang sebagai pusat layanan medis berteknologi tinggi yang dilengkapi berbagai fasilitas modern. Fasilitas tersebut meliputi kamar operasi canggih yang mendukung bedah robotik serta kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, didukung oleh peralatan radiologi mutakhir seperti MRI 3 Tesla dan CT spectral photon-counting.
Selain itu, gedung ini dilengkapi dengan laboratorium produksi sel punca (stem cell), cath lab biplane, serta kapasitas layanan komprehensif berupa 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, 6 cath-lab, 192 tempat tidur perawatan intensif, dan fasilitas parkir.
Proyek pembangunan ini melibatkan kerja sama antara PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pelaksana, serta KSO PT. Yodya Karya–PT. Griksa Cipta sebagai konsultan perencana, dan PT. Cakra Manggilingan Jaya sebagai konsultan manajemen konstruksi. Gedung ini diharapkan akan menjadi Center of Excellence (CoE) yang menyediakan berbagai layanan medis canggih, seperti layanan emergensi, layanan bedah minimal invasif, transplantasi organ, hingga layanan precision medicine dengan laboratorium sel dan sel punca.
Gedung CMU ini juga dilengkapi dengan layanan perawatan intensif, diagnostik terpadu, dan fasilitas inovatif lainnya seperti co-working space dan ruang publik pendukung. Proyek ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang holistik, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.
RSUP Dr. Sardjito mengharapkan bahwa dengan hadirnya Gedung CMU ini, akan semakin memantapkan peran RS Sardjito sebagai pusat pelayanan kesehatan yang unggul dan terdepan, dengan tetap berpijak pada budaya Nusantara dan inovasi dalam pelayanan kesehatan. Pembangunan gedung ini akan melibatkan lebih dari 1.550 tenaga medis dan profesional kesehatan yang akan mendukung operasional seluruh layanan yang disediakan.