Padang - Harapan RSUP Dr. M. Djamil memiliki sumber air mandiri yang tangguh bencana mulai terealisasi. Pada Jumat, 30 Januari 2026), rumah sakit rujukan utama ini menerima kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade untuk memulai proyek pengeboran sumur dalam (deep well) sedalam 120 meter.
Kehadiran dua tokoh nasional ini juga didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah serta Wali Kota Padang Fadly Amran, sebagai bentuk sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Kedatangan rombongan itu disambut oleh Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), serta Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan memulai pengerjaan fisik pengeboran sumur dalam (deep well) dengan kedalaman 120 meter. Proses pengerjaan ini dijadwalkan mulai berjalan efektif pada Sabtu (31/1) besok dan ditargetkan akan rampung dalam waktu sepuluh hari ke depan.
"Pengeboran ini merupakan solusi jangka panjang setelah selama lebih dari dua bulan terakhir, Kementerian PU secara konsisten memberikan dukungan darurat berupa suplai air melalui 14 unit mobil tangki setiap harinya untuk menjaga kelangsungan pelayanan medis," ungkapnya.
Ia menjelaskan sumur dalam yang tengah dibangun ini diproyeksikan mampu menghasilkan debit air hingga 10 liter per detik. Setelah sumur ini beroperasi secara penuh dan terintegrasi dengan jaringan sambungan utama rumah sakit, kapasitas air yang dihasilkan akan mampu mencukupi sekitar 90 persen dari total kebutuhan air bersih di RSUP Dr. M. Djamil.
"Sementara untuk sisa 10 persen kebutuhan lainnya, pemerintah berkomitmen untuk terus mencari formula teknis tambahan agar pemenuhan air bersih di rumah sakit rujukan utama ini dapat mencapai angka 100 persen tanpa hambatan sedikit pun," tegasnya.
Selain fokus pada sumber air, Menteri PU juga merespons positif usulan terkait pengadaan pompa bertenaga surya (solar cell) dan pembangunan reservoar tambahan. Ia menegaskan seluruh infrastruktur pendukung tersebut akan ditangani secara bertahap namun pasti. "Langkah awal yang menjadi prioritas utama adalah penuntasan sumur, yang kemudian akan diikuti secara simultan dengan penyiapan tangki reservoar serta instalasi pipa menuju saluran utama rumah sakit," ucapnya.
Aspek kualitas juga menjadi perhatian serius dalam proyek ini. Menteri Dody memastikan air yang ditarik dari kedalaman 120 meter tersebut akan melalui serangkaian uji laboratorium terlebih dahulu untuk menjamin mutunya setara dengan standar air PDAM atau bahkan lebih baik. "Setelah kualitasnya teruji dan memenuhi kriteria medis, air baru akan dialirkan masuk ke reservoar dan dipompa menuju saluran utama untuk digunakan dalam berbagai layanan vital rumah sakit, mulai dari kebutuhan ruang operasi hingga unit hemodialisa," papar Dody.
Menanggapi langkah ini, Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas atensi pemerintah pusat dan DPR RI. Ia menekankan air adalah urat nadi operasional rumah sakit.
"Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Bapak Menteri PU dan dukungan dari Bapak Andre Rosiade. Selama ini, suplai 14 tangki air per hari sangat membantu kami bertahan di tengah keterbatasan pasca-bencana. Namun, dengan dimulainya pengeboran sumur dalam 120 meter ini, kami merasa jauh lebih tenang," ungkap Direktur Medik dan Keperawatan ini.
Ia menambahkan kebutuhan air bersih di RSUP Dr. M. Djamil sangat spesifik, terutama untuk unit-unit kritis. "Air bersih bukan hanya untuk kebutuhan MCK, tapi vital untuk unit Hemodialisa (cuci darah), ruang operasi, hingga sterilisasi alat medis. Kehadiran sumur dalam ini adalah jawaban atas kebutuhan keamanan pelayanan kami bagi masyarakat Sumatera Barat," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan dirinya akan terus mengawal proyek ini hingga tuntas. Menurutnya, RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian tengah harus memiliki infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.
"Ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Kita tidak ingin pelayanan kesehatan terganggu lagi karena masalah teknis seperti air. Kami di DPR RI akan terus berkolaborasi dengan Kementerian PU dan Kementerian Kesehatan agar fasilitas di M. Djamil terus ditingkatkan," tegas Andre.***