Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan. Pada hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran bekerja sama dengan Kelompok Staf Medik (KSM) Dermatologi, Venereologi, dan Estetika menggelar peringatan Hari Kusta Sedunia. Kegiatan yang dipusatkan di ruang tunggu Poliklinik Kulit dan Kelamin ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif serta memberikan pemahaman yang benar tentang penyakit kusta kepada para pasien dan pengunjung rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Tutty Ariani, Sp.D.V.E, Subsp.D.T, hadir sebagai narasumber untuk memaparkan penyuluhan kesehatan. Ia menjelaskan secara tegas bahwa kusta merupakan penyakit infeksi yang murni disebabkan oleh bakteri, sehingga masyarakat perlu mengubah cara pandang yang selama ini keliru.
"Kusta bukanlah sebuah kutukan, bukan aib yang harus disembunyikan, dan sama sekali bukan akhir dari segalanya bagi para penderitanya. Meski penyakit ini masih ditemukan di lingkungan sekitar, masyarakat diimbau untuk tidak merasa takut secara berlebihan asalkan memiliki pengetahuan yang tepat mengenai gejala dan penanganannya," tegasnya.
Turut hadir Ketua KSM Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.D.V.E, M.Ag beserta jajaran serta pasien.
Mengenali tanda-tanda awal kusta menjadi poin krusial yang disampaikan dalam edukasi tersebut. dr. Tutty memaparkan bahwa gejala awal yang patut diwaspadai meliputi munculnya bercak putih atau kemerahan pada kulit yang disertai mati rasa. Selain itu, penderita mungkin akan merasakan kesemutan, kebas, atau bahkan mendapati luka yang tidak terasa sakit pada bagian tubuh tertentu. "Kesadaran untuk segera memeriksakan diri saat gejala ini muncul sangat menentukan masa depan pasien, karena semakin cepat penyakit ini dideteksi, maka risiko terjadinya kecacatan permanen akan semakin kecil," tutur dr. Tutty.
Hal yang paling menggembirakan adalah fakta bahwa kusta bisa disembuhkan secara total asalkan pasien menjalani pengobatan secara tuntas. dr. Tutty menekankan obat kusta telah tersedia secara gratis di Puskesmas, terjamin keamanannya, dan sudah terbukti secara medis mampu menyembuhkan asalkan diminum secara rutin setiap hari tanpa terputus. "Melalui pengobatan yang disiplin, kusta bukan lagi ancaman yang menghalangi produktivitas seseorang," harapnya.
dr. Tutty menyampaikan pesan menyentuh bagi para pasien kusta agar tetap semangat dalam menjalani hidup. Ia menegaskan penyandang kusta tetap memiliki hak dan kemampuan untuk bekerja, bersekolah, meraih cita-cita, dan tetap menjadi manusia yang utuh di tengah masyarakat. Sementara itu, bagi masyarakat umum, ia mengajak semua pihak untuk lebih peduli dengan segera memeriksakan diri jika menemukan tanda-tanda mencurigakan, serta proaktif mengajak keluarga maupun tetangga untuk berobat. "Dengan menyebarkan pesan positif dan edukasi yang benar, diharapkan mata rantai penularan kusta dapat diputus dan diskriminasi terhadap penderitanya dapat dihilangkan sepenuhnya," tukasnya.***