Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya sebagai pilar utama transformasi kesehatan di Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan kedokteran. Selama dua hari, terhitung sejak hari ini, Selasa, 10 Februari 2026 hingga Rabu, 11 Februari 2026, rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini menyelenggarakan pelatihan clinical teaching di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat tata kelola pendidikan klinik yang berkualitas, terstandar, dan selaras dengan regulasi terbaru.
"Penyelenggaraan pendidikan klinik yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien adalah elemen krusial dalam pemenuhan standar Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU). Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan yang mendorong pendekatan hospital-based, di mana rumah sakit menjadi wahana utama integrasi antara pelayanan, pendidikan, dan penelitian," kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.
Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Ns. Rihaliza, S.Kep, M.Kep. Pelatihan yang diikuti dokter pendidik klinis ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Yakni Dr. Bulan Kakanita, dr., M.MedEd, dr. Amanda Boy Timor, M.MedEd, Sp.K.F.R., M.Ked.Klin, dr. Siti Munawaroh, M.MedEd dan dr. Dian Nugroho, M.MedEd.
Implementasi RSPPU ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2024. Regulasi tersebut mengatur secara komprehensif tentang standar, perizinan, hingga peran rumah sakit dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan nasional. "Melalui pelatihan ini, RSUP Dr. M. Djamil berupaya melakukan penguatan sistematis, terutama pada peningkatan kompetensi Dokter Pendidik Klinis, standarisasi metode pembelajaran, serta penerapan sistem penilaian klinik berbasis kompetensi yang objektif, valid, dan terdokumentasi dengan baik," tuturnya.
Momentum pelatihan ini, sebut Dirut, juga menjadi bagian dari persiapan besar RSUP Dr. M. Djamil dalam memperluas cakupan pendidikan kliniknya. Pada tahun 2026 ini, rumah sakit tengah bersiap menyelenggarakan pendidikan untuk Program Studi Radiologi, yang nantinya akan diikuti oleh pembukaan Program Studi Bedah Anak dan Kedokteran Nuklir.
"Penyiapan sumber daya Dokter Pendidik Klinis melalui pelatihan ini menjadi bagian integral untuk memenuhi persyaratan ketat RSPPU. Terutama dalam hal kesiapan institusi mengelola program studi baru secara terencana dan berbasis penjaminan mutu," ungkapnya.
Dovy Djanas menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas individu peserta sekaligus memperkuat sistem institusional. "Dengan implementasi hasil pelatihan yang konsisten, RSUP Dr. M. Djamil optimis dapat mendukung penjaminan mutu pendidikan yang lebih baik, mempermudah proses monitoring dan evaluasi, serta membuktikan komitmen berkelanjutan dalam mempertahankan standar tinggi sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama di Indonesia," tegas Dirut.***