Rabu, 18 Februari 2026 14:24 WIB

Dirut RSUP Dr M Djamil Dilantik Jadi Penasihat YKI Sumatera Barat 2026 2031

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
87

Padang - Sebuah langkah strategis dalam upaya penanggulangan kanker di Sumatera Barat resmi dimulai hari ini, Sabtu, 14 Februari 2026. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dilantik sebagai salah satu Penasihat Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Sumatera Barat untuk periode 2026-2031. Prosesi pelantikan ini dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum YKI Pusat, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASM, FACP, yang mengukuhkan struktur kepengurusan di bawah lindungan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, serta kepemimpinan Dr. dr. Syamel Muhammad, Sp.OG, Subsp.Onk sebagai Ketua Pengurus.

"Atas nama manajemen dan seluruh sivitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil, kami mengucapkan selamat dan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Amanah yang diemban bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan sebuah kehormatan dan komitmen kemanusiaan yang besar dalam melawan kanker," kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut hadir secara virtual Ketua Bidang I YKI Pusat Hetty Andika Perkasa, Anggota Olda Mei Elia Simatupang, S.H., M.H, Nancy Purwo, dan Mohamad Reza Irawan. Kemudian Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D dan pengurus YKI Cabang Koordinator Sumatera Barat.  

Pada kesempatan itu, juga dilangsungkan World Cancer Day Symposium bertemakan HPV-Cervical Cancer Axis: From Oncogenis Pathways to Vaginal Microbiome Enlightenment. Narasumber simposium tersebut yakni Dr. dr. Andi Darma Putra, Sp.OG, Subsp.Onk, Dr. dr. Syamel Muhammad, Sp.OG, Subsp.Onk, dr. Puja Agung Antonius, Sp.OG, Subsp.Onk, dan dr. Dolly Nurdin Lubis, M.Kes, Sp.OG, Subsp.Onk. 

Ia mengatakan pelantikan ini dipandang bukan sebagai seremoni organisasi semata. "Melainkan sebuah deklarasi moral untuk berdiri bersama pasien, keluarga, dan para penyintas kanker guna memberikan harapan hidup yang lebih baik di tengah tantangan kesehatan yang semakin kompleks," sebutnya.

Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Barat, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen mengembangkan layanan kanker yang komprehensif dan multidisiplin. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan layanan bedah onkologi, kemoterapi, patologi anatomi, hingga pendekatan tim terpadu yang berbasis teknologi terkini.

"Namun, disadari bahwa pelayanan kuratif di rumah sakit saja tidaklah cukup. Upaya promotif dan preventif harus diperkuat secara masif melalui edukasi dan skrining deteksi dini, seperti pada kasus kanker serviks dan kanker payudara, agar menjadi gerakan bersama yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam arahannya berharap pengurus yang baru dilantik dapat bergerak masif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi profesi, dan organisasi sosial.

"Dukungan Pemerintah Provinsi pun terus diupayakan, terutama dalam penguatan kebijakan deteksi dini, jaringan rujukan, serta integrasi program pengendalian kanker ke dalam perencanaan pembangunan kesehatan daerah guna menurunkan angka diagnosis stadium lanjut," tutur Gubernur.

Senada dengan semangat kolaborasi tersebut, Ketua Pengurus YKI Sumbar yang baru, Dr. dr. Syamel Muhammad, Sp.OG, Subsp.Onk, mengusung visi "YKI Go Digital". Di bawah kepemimpinannya, YKI akan mengoptimalkan edukasi melalui konten media sosial serta turun langsung ke sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas perempuan.

"YKI hadir bukan sebagai simbol, melainkan sebagai gerakan nyata yang membutuhkan sinergi erat dengan Pemprov Sumbar. Fokus ke depan mencakup penguatan program navigasi pasien agar penderita tidak merasa sendiri, dukungan psikososial, pengembangan layanan paliatif yang bermartabat, serta kolaborasi dalam pengembangan registri kanker daerah berbasis data," ungkap Syamel.

Ia menekankan keberhasilan penanggulangan kanker di masa depan diyakini tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat medis semata, tetapi oleh kekuatan kolaborasi dan empati dari seluruh pemangku kepentingan. "Dengan kepengurusan periode 2026-2031 ini, diharapkan terjalin kemitraan strategis yang lebih erat antara RSUP Dr. M. Djamil, YKI, dan Pemerintah Daerah untuk menghadirkan sistem kesehatan yang lebih responsif dan manusiawi bagi masyarakat Sumatera Barat," harapnya. ***