Kamis, 19 Februari 2026 11:04 WIB

RSAB Harapan Kita Memperingati Hari Kanker Anak Sedunia

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
23

Jakarta – RSAB Harapan Kita kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang holistik. Tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, rumah sakit ini juga memberikan perhatian pada kesehatan mental keluarga pasien melalui kegiatan psikoedukasi bagi orang tua pasien kanker di Ruang Rawat Inap Anggrek.

Ruang Anggrek dikenal sebagai “rumah kedua” bagi para pejuang cilik kanker yang tengah menjalani perawatan intensif. Memahami beratnya beban emosional yang dirasakan para pendamping pasien, manajemen rumah sakit menghadirkan dukungan psikologis secara langsung di lingkungan perawatan.

Psikolog Klinis RSAB Harapan Kita, Ade Dian Komala, M.Psi, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk “Tetap Tegar Meski Diagnosa Terminal.” Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya ketahanan mental orang tua selama mendampingi anak menjalani kemoterapi dan pengobatan jangka panjang.

Menurutnya, orang tua yang kuat secara emosional akan lebih mampu menjadi sumber dukungan utama bagi anak di masa-masa kritis. Melalui psikoedukasi ini, peserta mendapatkan pemahaman tentang cara mengelola stres, menerima kondisi dengan lebih adaptif, serta membangun komunikasi yang suportif dalam keluarga.

Berbeda dengan seminar kesehatan yang bersifat satu arah, kegiatan ini dirancang dalam format sharing session interaktif. Para orang tua diberikan ruang aman untuk menyampaikan perasaan terdalam mereka—mulai dari ketakutan menghadapi diagnosis, kelelahan fisik dan mental, hingga harapan-harapan sederhana untuk kesembuhan buah hati.

Suasana haru menyelimuti Ruang Serbaguna Anggrek saat para peserta saling berbagi pengalaman. Tangis yang pecah bukan menjadi tanda kelemahan, melainkan proses katarsis yang membantu melepaskan beban emosi dan mempererat solidaritas antar sesama orang tua pasien.

Sebagai bagian dari sesi penutup, para orang tua diajak menuliskan doa dan harapan mereka di atas secarik kertas. Kertas-kertas tersebut kemudian ditempelkan pada papan khusus bertajuk “Wall of Hope” (Dinding Harapan) yang kini terpasang di salah satu sudut Ruang Anggrek.

Salah satu pesan yang tertulis berbunyi:
“Aku, suami, dan keluarga diberi kekuatan untuk bisa menjalani ini. Bisa memanfaatkan waktu bersama anak dan keluarga sebaik mungkin…” — Bunda Mohd Rayyan.

Papan harapan ini menjadi simbol pengingat bahwa di tengah beratnya proses pengobatan kanker anak, harapan dan kekuatan keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam perjalanan kesembuhan.

Melalui kegiatan ini, RSAB Harapan Kita menegaskan komitmennya untuk tidak hanya merawat pasien secara medis, tetapi juga memberikan dukungan psikologis bagi keluarga. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien serta memperkuat ketahanan mental keluarga dalam menghadapi proses pengobatan yang panjang.

Dengan menghadirkan dukungan langsung di ruang perawatan, rumah sakit ingin memastikan bahwa setiap keluarga pasien merasa didampingi, didengar, dan dikuatkan.