Rabu, 25 Februari 2026 14:42 WIB

Radiasi Smartphone Mitos atau Ancaman untuk Otak

Responsive image
Humas - RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr.dr.Mahar Mardjono Jakarta
66

Jakarta – Di era digital, penggunaan gadget terutama smartphone sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, smartphone digunakan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mulai dari belajar, bekerja, dan interaksi sosial lainnya. Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat atas ketergantungan penggunaan smartphone ini adalah “Apakah penggunaan jangka panjang dari smartphone berbahaya bagi otak?” misalnya mungkin dari penggunaan yang terlalu sering bisa mempengaruhi fungsi kognitif dan kesehatan saraf.

Guna menjawab pertanyaan tersebut, diskusi yang membahas tentang “Radiasi Smartphone: Mitos atau Ancaman untuk Otak” dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026 di siaran Radio Kampus Poltekkes Jakarta III. Pada siaran ini, pembahasan mendalam seputar radiasi didiskusikan langsung bersama narasumber ahli dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) yaitu: dr. Nicholas, Sp.Onk.Rad bersama dengan dua host dari Poltekkes Jakarta III yaitu: Ani Kusumastuti, SST., M.Keb dan Dr. Abdul Aziz, BE, SE, SKM, MM, MARS.

Dalam siaran radio yang berlangsung kurang lebih satu jam ini, pembahasan seputar radiasi dimulai dari gambaran tentang radiasi itu sendiri. Faktanya, sampai saat ini belum ditemukan pernyataan dari lembaga kesehatan dunia termasuk WHO (World Health Organization) atas identifikasi penggunaan smartphone berbahaya dan secara langsung menyebabkan kanker atau tumor pada otak melalui gelombang radiasi atau elektromagnetik. Namun, jika dilihat secara aspek psikologis seperti durasi pemakaian jangka panjang dari smartphone maupun gadget dapat memunculkan efek ketergantungan atau adiksi digital, penurunan konsentrasi, sampai gangguan tidur (insomnia).

Pada diskusi ini, dr. Nicholas, Sp.Onk.Rad menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk tidak mendengarkan informasi yang hanya berbasis ‘kata orang’ tetapi mencari akar permasalahan dengan sumber yang lebih terpercaya atau ahli di bidang tersebut. Penggunaan smartphone di era digital memang tidak dapat dipungkiri sangat melekat pada masyarakat, oleh karena itu disarankan untuk lebih bijak dan bertanggungjawab atas penggunaan smartphone, terutama untuk orangtua sebagai pembatas penggunaan smartphone kepada anak. Pembatasan ini tentu saja untuk mencegah anak-anak menggunakan gadget secara berlebihan (overuse), orangtua lebih bijak dalam mengalokasikan smartphone seperti tayangan yang sesuai dengan anak serta waktu penggunaannya.

Harapan kedepannya dari pembahasan “Radiasi Smartphone: Mitos atau Ancaman untuk Otak” pada siaran radio ini adalah: Masyarakat kini lebih paham terhadap gambaran tentang radiasi dan kondisi, serta dampak dari penggunaan smartphone tidak secara langsung menyebabkan penyakit seperti kanker atau tumor otak, melainkan dapat mempengaruhi kondisi psikologis. Oleh karena itu, penggunaan smartphone harus dilakukan secara bijak dan seimbang.***