Jumat, 27 Februari 2026 09:33 WIB

Presiden AIIB Kunjungi RS 3 Berlian di Jakarta

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
54

Jakarta -  Aliansi strategis RS 3 Berlian yang terdiri dari RSAB Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, dan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menerima kunjungan kehormatan dari Presiden sekaligus Ketua Dewan Direktur Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Zou Jiayi, pada Kamis, 26 Februari 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda resmi AIIB di Indonesia untuk meninjau secara langsung dampak positif dari proyek investasi mandiri pertama mereka di sektor kesehatan tanah air.

Acara yang berlangsung di Auditorium Lantai 1 RSAB Harapan Kita tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menegaskan bahwa investasi terbaik dengan tingkat pengembalian (return) tertinggi bagi suatu negara adalah investasi pada manusia.

Beliau menyoroti tantangan kesehatan anak-anak Indonesia yang menghadapi berbagai penyakit kronis seperti sindrom Down, leukemia, hingga diabetes tipe 1. Jika anak-anak dengan kondisi tersebut tidak mendapatkan layanan kesehatan yang optimal, maka produktivitas dan kontribusi mereka terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di masa depan dapat menurun secara signifikan.

Menurutnya, investasi pada sektor kesehatan—khususnya kesehatan anak—akan memberikan dampak ekonomi dan sosial terbesar bagi negara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada AIIB atas komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan di Indonesia.

Kunjungan delegasi AIIB tidak hanya berfokus pada peninjauan fasilitas fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sisi humanis pelayanan rumah sakit melalui interaksi langsung dengan pasien.

Presiden AIIB, Zou Jiayi, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru baginya. Setelah melihat secara langsung perawatan pasien anak serta semangat mereka, ia menyadari bahwa kehidupan nyata para pasien jauh lebih penting daripada sekadar pembiayaan proyek.

“Kami sangat beruntung dapat berperan dalam kehidupan mereka dan membantu membuat hidup mereka menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Momen mengharukan terjadi ketika Madam Zou menerima lukisan kanvas dari seorang pasien anak yang bercita-cita menjadi astronot. Ia berharap mimpi anak tersebut dapat terwujud—sebuah simbol harapan yang juga mencerminkan tujuan besar investasi di sektor kesehatan.

Momentum kunjungan ini juga menjadi penanda awal masa kepemimpinan dr. Reni Wigati, Sp.A(K) sebagai Direktur Utama RSAB Harapan Kita. Di bawah kepemimpinan baru, RSAB Harapan Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan standar layanan kesehatan ibu dan anak melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan kualitas pelayanan.

Kolaborasi antara RSAB Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais dalam konsep “RS 3 Berlian” diharapkan mampu menghadirkan solusi layanan kesehatan komprehensif dalam satu kawasan terpadu.

Sinergi ini memperkuat posisi Indonesia dalam menghadirkan pusat layanan rujukan nasional yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga didukung oleh investasi infrastruktur kesehatan berstandar internasional.

Dengan dukungan mitra global seperti AIIB, langkah menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia melalui investasi kesehatan yang berkelanjutan semakin nyata.***