Makassar - Suasana khidmat dan meriah menyelimuti aula Lt. 8 Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada Minggu, 26 April 2026.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS, Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, Dewan Pengawas RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc dan jajaran direksi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, bersama ribuan sivitas hospitalia menghadiri puncak peringatan HUT Ke-33 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo tahun 2026.
Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh para Direktur Utama yang pernah memimpin RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dari masa ke masa. Tampak hadir di kursi kehormatan Direktur Utama periode 2015-2020 Dr. dr. Khalid Saleh, Sp.PD-KKV, FINASIM, M.Kes dan Direktur Utama periode 2021-2026 Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An-KIC, KAKV.
Kehadiran mereka bersama jajaran direksi pada masanya semakin mengukuhkan bahwa usia 33 tahun adalah momentum bertemunya sejarah dan masa depan.
Azhar Jaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo yang sudah memasuki usia 33 tahun merupakan usia emas sedang gencar-gencarnya bekerja keras untuk membuat Wahidin lebih baik lagi.
“Wahidin ini periode emasnya mulai masuk sekarang, ibarat usia 33 tahun itu pemuda tuh lagi gencar-gencarnya bekerja keras untuk membuat Wahidin lebih hebat lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan jika hal ini dikelola dengan baik dan lebih hati-hati maka rumah sakit Wahidin Sudirohusodo bisa terbang lebih tinggi.
“Sekarang SDM-nya Wahidin itu luar biasa, kalau dikelola dengan baik maka ini akan jadi aset yang bisa membuat Wahidin terbang lebih tinggi lagi, Pak Annas harus hati-hati nih mengelolanya,” tegasnya.
Lanjut Azhar menyampaikan bahwa ada 3 hal yang Kementerian Kesehatan tugaskan ke rumah sakit vertikal yaitu menjadi rumah sakit kelas dunia (world class hospital), menjadi rumah sakit yang unggul dalam penelitian dan pelayanan berbasis klinis serta menjadi pusat pengampuan rumah sakit lain di sekitarnya.
“Untuk menjadi rumah sakit world class hospital, maka rumah sakit Wahidin harus bisa melayani segala lapisan masyarakat mulai dari kelas BPJS sampai dengan kelas masyarakat mampu supaya masyarakat kita tidak pergi ke luar negeri,” terang Azhar.
“Cukup sampai di Wahidin saja untuk Indonesia Bagian Timur, enggak perlu sampai ke Singapura, enggak perlu sampai ke Malaysia. Kalau perlu, enggak perlu sampai ke Jawa. Cukup selesai sampai di sini,” tambahnya.
Sementara, Annas Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-33 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.
“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan rumah sakit Wahidin yang bekerja bahu membahu untuk menghadirkan sebuah pelayanan yang terbaik kepada masyarakat” ujar Annas.
Ia juga mengungkapkan bahwa rumah sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo telah tumbuh menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama bukan hanya bagi masyarakat Sulawesi Selatan, tetapi juga bagi kawasan Indonesia Timur bahkan menjadi rujukan nasional.
“33 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, ini adalah sebuah perjalanan panjang pengabdian, perjuangan, pembelajaran, dan transformasi,” ungkap dr. Annas.
“Di balik capaian itu ada dedikasi yang luar biasa. Ada dokter yang bekerja tanpa mengenal lelah. Ada perawat yang hadir dengan ketulusan. Ada tenaga kesehatan lainnya, tenaga administrasi, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan para teknisi. Ada manajemen dan seluruh unsur rumah sakit yang setiap hari memberikan kontribusi terbaiknya,” tutup Annas.
Pada kegiatan ini juga diluncurkan beberapa inovasi dan layanan kesehatan antara lain: RSWS Mobile, Website rumah sakit, Layanan Kebidanan, Wahidin Shop serta Layanan Wahidin Executif Center. ***