Jakarta - Direktorat Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Webinar Sharing Session Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas tenaga medis, tenaga kesehatan, serta pengelola rumah sakit dalam menyelenggarakan pelayanan geriatri yang komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan. Webinar nasional ini diikuti peserta yang terdiri dari berbagai profesi kesehatan, mulai dari dokter spesialis, perawat, apoteker, fisioterapis, nutrisionis, hingga terapis okupasional dan wicara.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Direktur Pelayanan Klinis, dr. Obrin Parulian, M.Kes, ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas tenaga medis, tenaga kesehatan serta pengelola rumah sakit dalam penyelenggaraan pelayanan geriatri yang komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan, guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan pasien geriatri.
dr. Obrin Parulian, M.Kes, dalam sambutannya menekankan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki era penuaan penduduk dengan peningkatan jumlah lansia yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, proporsi penduduk lanjut usia mencapai 11 hingga 12 persen pada tahun 2023 hingga 2024 dan diprediksi akan mencapai 20 persen pada tahun 2045. Kondisi ini membawa konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih kompleks, termasuk prevalensi penyakit kronis, multimorbiditas, serta penurunan kapasitas fungsional pada lansia.
Webinar menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang geriatri. Materi pertama disampaikan oleh dr. Eko Aribowo, M.Kes., SpPD-KGer dari RSUP Dr. Sardjito yang membahas tantangan dan peluang pelayanan geriatri di rumah sakit. Beliau memaparkan berbagai hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia terlatih, tingginya kompleksitas penyakit pada lansia dengan multimorbiditas dan polifarmasi, serta belum optimalnya sistem pelayanan holistik. Namun demikian, terdapat peluang inovasi seperti fast track geriatri, layanan one stop service, home care, hingga layanan emergency lansia berbasis aplikasi.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. dr. Yudo Murti Mupangati, SpPD-KGer, FINASIM dari RSUP Dr. Kariadi mengenai manajemen rawat jalan pasien geriatri. Beliau menjelaskan pentingnya asesmen geriatri komprehensif yang mencakup evaluasi holistik terhadap kondisi fisik, kognitif, fungsional, psikologis, dan sosial pasien lansia. Pendekatan Geriatri 5M yang meliputi mind, mobility, medication, multicomplexity, dan matters most menjadi kerangka utama dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. Sesi ketiga dibawakan oleh dr. Ali Mudiarnis, SpPD-KGer dari RSUD M. Natsir yang mengupas tuntas manajemen long-term care pasien geriatri, termasuk home care, respite care, serta koordinasi layanan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian dan kualitas hidup lansia.
Webinar ini diselenggarakan sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 79 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan geriatri di rumah sakit dapat dilaksanakan secara optimal, terstandar, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup lansia di Indonesia menuju lansia yang SMART yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif. ***