Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat upaya peningkatan mutu layanan kesehatan melalui inovasi digital di bidang pengendalian infeksi rumah sakit. Melalui Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA), dan Farmakologi dan Terapi (FT), rumah sakit rujukan nasional tersebut bakal menghadirkan aplikasi monitoring Healthcare Associated Infections (HAI’s).
Kehadiran aplikasi monitoring HAI’s ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan infeksi di lingkungan rumah sakit sekaligus mempercepat pelaporan dan evaluasi data secara real time. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan di tengah tantangan penanganan infeksi nosokomial serta resistensi antimikroba yang terus berkembang.
Ketua Komite PPI-PRA-FT Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Si mengatakan, aplikasi monitoring HAI’s ini merupakan bentuk penguatan sistem pengawasan infeksi berbasis digital yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan SIMRS rumah sakit.
“Kehadiran aplikasi monitoring HAI’s ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem pengawasan infeksi di rumah sakit. Melalui aplikasi ini nantinya pelaporan dan pemantauan data dapat dilakukan lebih cepat, terintegrasi, dan akurat,” ujarnya saat Rapat Laporan Bulanan Komite PPI-PRA-FT di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pada bulan ini pihaknya masih berada pada tahap sosialisasi kepada jajaran pimpinan rumah sakit serta para pengelola ruang rawatan. Setelah tahapan tersebut selesai, aplikasi akan memasuki fase uji coba sebelum diterapkan secara menyeluruh.
“Bulan ini kita melakukan tahap sosialisasi di tingkat pimpinan dan pengelola ruang rawatan. Setelah itu akan dilakukan uji coba di tingkat PPI. Kita menargetkan pada bulan Juni aplikasi ini sudah mulai berjalan,” katanya.
Menurut Andani, digitalisasi sistem monitoring infeksi akan memberikan banyak manfaat. Mulai dari mempercepat identifikasi kasus infeksi terkait pelayanan kesehatan hingga mempermudah proses evaluasi dalam pengambilan kebijakan medis di rumah sakit.
"Selain itu, aplikasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung penguatan program pengendalian resistensi antimikroba melalui pengumpulan data yang lebih sistematis dan terukur. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap unit pelayanan nantinya dapat melakukan pelaporan secara lebih efektif dan efisien," tegas Dr. dr. Andani.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan transformasi digital di lingkungan rumah sakit menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mendukung penuh pengembangan aplikasi monitoring HAI’s ini karena sejalan dengan upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien. Digitalisasi sistem pengawasan infeksi menjadi kebutuhan penting agar proses monitoring dapat berjalan lebih optimal dan terintegrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan dunia medis saat ini. “Dengan adanya aplikasi ini, kami berharap pengendalian infeksi rumah sakit dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terukur sehingga kualitas pelayanan kepada pasien semakin meningkat,” tukasnya. ***