JAKARTA β Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Penandatanganan Kontrak Konstruksi RSUD Lokus Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Batch 4 pada Rabu, 3 Juni 2026. Pada penandatanganan kontrak ini diawali dengan lima RSUD lokus meliputi RSUD Mitra Sehat Kabupaten Minahasa Tenggara, RSUD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, RSUD Kabupaten Konawe Utara, RSUD Kabupaten Mamuju Tengah, dan RSUD Weda Kabupaten Halmahera Tengah.
Penandatanganan kontrak dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PHTC RSUD Lokus sebagai pihak pertama bersama perusahaan konstruksi sebagai pihak kedua, serta Kuasa Pengguna Anggaran, Sesditjen Kesehatan Lanjutan yang disaksikan langsung oleh Dirjen Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS dan Inspektur I Kemenkes, Heru Susanto, SE, SH, MH, CFE, CLA serta para Bupati daerah lokus secara daring.
Pembangunan RSUD Lokus PHTC merupakan langkah strategis presiden di 66 daerah terpencil yang belum memiliki RS Tipe C dengan harapan masyarakat mendapatkan pelayanan Kesehatan yang setara. Sebelumnya, untuk proyek peningkatan RS PHTC Batch 1 dan 2 telah terwujud 90%.
Dirjen Keslan berharap agar proyek ini dapat berjalan dengan baik dan akuntabel sesuai pakta, dan progresnya dapat dilaporkan secara berkala mengingat proyek ini adalah program strategis yang menjadi fokus presiden. Pelaksanaannya akan diawasi oleh Staf Kepresidenan, Kejaksaan Agung, KPK, Bappenas, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dalam sambutannya, Dirjen juga berpesan kepada para kontraktor agar mampu membangun RS yang berkualitas yang menjadi bukti bahwa negara hadir untuk kesehatan masyarakat hingga daerah terpencil.
βTolong jadikan ini sebagai perhatian khusus. Mari kita bangun rumah sakit berkualitas sesuai SNI. Jangan dikerjakan asal-asalan, jangan sampai baru setahun dua tahun sudah rusak, karena rumah sakit itu operasional setiap hari. Perbaikan akan mengganggu pelayanan kesehatan Masyarakat,β pungkas Dirjen.Β