Rabu, 03 Juni 2026 16:43 WIB

Pimpin Upacara Harlah Pancasila Dirut RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Ajak Sivitas Hospitalia Jadikan Pancasila Sebagai Energi Transformasi

Responsive image
KML - RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
11

Makassar  - RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan rumah sakit. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh sivitas hospitalia dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam pelaksanaan tugas.

Upacara dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua dan diikuti para pejabat struktural dan sivitas hospitalia RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, pada Senin, 1 Juni 2026.

Dalam amanatnya, dr. Annas menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum kebangsaan untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap dasar negara, ideologi bangsa, dan panduan moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila bukan hanya milik masa lalu, bukan hanya dokumen sejarah, dan bukan hanya hafalan lima sila, Pancasila adalah kekuatan hidup bangsa Indonesia,” tegas Annas.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir secara nyata dalam pelayanan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. 

Sila pertama mengajarkan bekerja dengan keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab moral. Setiap tindakan bukan hanya dinilai oleh manusia, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sila kedua mengingatkan bahwa setiap pasien adalah manusia yang harus dimuliakan. Mereka datang dengan rasa sakit, kecemasan, dan harapan. Tugas rumah sakit bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan empati, keramahan, kepastian, dan rasa aman.

Sila ketiga menuntut untuk memperkuat kolaborasi. Dokter, perawat, tenaga penunjang, farmasi, administrasi, keuangan, SDM, keamanan, kebersihan, dan seluruh unit kerja adalah satu kesatuan. Meski berbeda profesi, tetapi satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sila keempat mengajarkan pentingnya komunikasi, musyawarah, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Setiap kebijakan rumah sakit harus berorientasi pada kepentingan pasien, keselamatan, mutu layanan, efisiensi, dan keberlanjutan organisasi.

Sila kelima menjadi pengingat bahwa rumah sakit pemerintah harus hadir untuk semua. Pelayanan tidak boleh membeda-bedakan latar belakang sosial, ekonomi, agama, suku, jabatan, ataupun status. Setiap pasien berhak memperoleh pelayanan yang aman, bermutu, adil, dan manusiawi.

Olehnya itu, dr. Annas mengajak seluruh sivitas hospitalia untuk menjadikan Pancasila sebagai energi transformasi. Transformasi rumah sakit tidak cukup hanya dengan membangun gedung, membeli alat, memperbaiki sistem, atau meningkatkan pendapatan.

"Transformasi sejati harus dimulai dari perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani. Kita harus terus membangun budaya kerja yang profesional, responsif, kolaboratif, transparan, dan berintegritas,” ujarnya.

Tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema ini mengingatkan bahwa Pancasila menjadi perekat di tengah keberagaman, menjadi arah dalam pembangunan, dan menjadi fondasi moral dalam menghadirkan keadilan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.***