Jumat, 19 Juni 2026 20:28 WIB

Kesiapsiagaan Pencegahan PIE di Sumsel

Responsive image
NRI - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
81

Dalam mengantisipasi terjadinya pandemi PIE, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI melalui Direktorat Pelayanan Klinis menyelenggarakan Bimtek Pengampuan Pelayanan PIE di Provinsi Sumatera Selatan pada 18 Juni 2026. Dihadiri oleh RSUD-RSUD di Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung, Bimtek tersebut diselenggarakan secara hybrid di RSUP Dr. Rivai Abdullah dan melalui ruang pertemuan online.

Bimtek ini merupakan bagian dari program pengampuan pelayanan PIE yang juga menjadi salah satu dari program pemerintah dalam upaya kesiapsiagaan terhadap ancaman PIE. Melalui kegiatan tersebut rumah sakit diharapkan dapat memperkuat Empat tahapan operasional yaitu prevensi, deteksi, respon dan pemulihan. Keempat tahapan operasional tersebut sangat krusial dan membutuhkan dukungan kerjasama multisektoral, baik dari sektor kesehatan, akademisi, pemerintah maupun masyarakat.

Penyakit infeksi emerging (PIE) adalah penyakit yang muncul untuk pertama kalinya atau meningkat dengan cepat dalam jumlah kasus baru, dan dapat memiliki dampak serius pada kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu baik PIE baru (new Emerging Infectious Disease) maupun PIE yang telah ada sebelumnya (re-emerging EIDs), masih menjadi ancaman penting bagi keamanan kesehatan global.

Direktur Pelayanan Klinis dr. Obrin Parulian, M.Kes dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menyebutkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh unsur sangat dibutuhkan dalam menghadapi ancaman PIE.

β€œKeberhasilan dalam menghadapi ancaman PIE tidak bergantung pada satu individu, tetapi pada sinergi dan kolaborasi seluruh unsur rumah sakit, mulai dari tenaga medis, keperawatan, tenaga laboratorium, surveilans dan tenaga terkait pelayanan lainnya, bahkan petugas kebersihan dan keamanan, semua harus memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama. Seluruh unsur tersebut berperan penting dalam menjaga keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.” Jelasnya.