Karawang – Dalam rangka upaya penguatan stratifikasi dan jejaring pengampuan pada pelayanan Gastrohepatologi, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI melalui Direktorat Pelayanan Klinis menyelenggarakan Bimtek Pengampuan Pelayanan Gastrohepatologi secara hybrid di RSUD Karawang dan melalui ruang pertemuan virtual pada Kamis, 9 Juli 2026.
Dengan melibatkan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo selaku Rumah Sakit Koordinator Pengampuan Pelayanan Gastrohepatologi dan RSUP Dr. Hasan Sadikin selaku Rumah Sakit Pengampu Regional Provinsi Jawa Barat, Bimtek ini dihadiri oleh 80 Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan Gastrohepatologi di seluruh Indonesia, Rumah Sakit di Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten terkait.
Pengampuan Pelayanan Gastrohepatologi merupakan salah satu bentuk implementasi Transformasi Sistem Kesehatan sebagai upaya meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu fokus pada pilar kedua transformasi pelayanan rujukan adalah penguatan stratifikasi dan jejaring pengampuan pada sepuluh layanan prioritas, termasuk pelayanan gastrohepatologi.
Penyakit gastrohepatologi merupakan gangguan sistem pencernaan (gastrointestinal) serta organ hati (hepatobilier). karsinoma sel hati (KSH) yang merupakan kanker keenam yang paling sering terjadi dan menjadi penyebab kematian akibat kanker ketiga di dunia, serta menempati urutan keempat sebagai kanker tersering pada laki-laki di Indonesia. Beban penyakit ini diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya prevalensi penyakit hati kronis, terutama infeksi virus hepatitis B dan hepatitis C, serta meningkatnya kasus penyakit hati berlemak non-alkohol (non-alcoholic fatty liver disease).
Melalui Bimtek tersebut, RS diharapkan mampu memperkuat pengetahuan dan keterampilan klinis, berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, serta membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antar rumah sakit dalam jejaring pengampuan gastrohepatologi.
Direktur Pelayanan Klinis dr. Obrin Parulian, M.Kes dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut secara daring meyakini bahwa pelayanan gastrohepatologi yang lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat dapat terwujud melalui komitmen dan kolaborasi bersama serta semangat belajar yang berkelanjutan.
“Saya berharap materi yang akan dibahas tidak hanya menjadi tambahan pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dalam praktik pelayanan sehari-hari. Saya meyakini bahwa dengan komitmen bersama, semangat belajar yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang semakin erat dalam jejaring pengampuan, kita dapat mewujudkan pelayanan gastrohepatologi yang lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat.” Jelasnya.