Selasa, 28 Juli 2026 21:53 WIB

RSAB Harapan Kita Perkuat Komitmen Pelayanan Ibu dan Anak Melalui Workshop IBFCC Bersama IDAI

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
24

Jakarta - RSAB Harapan Kita menguatkan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penyelenggaraan Workshop Indonesian Breastfeeding Course for Clinicians (IBFCC). Acara ini terselenggara berkat kerja sama yang erat antara RSAB Harapan Kita dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya dan Tim Satuan Tugas (Satgas) ASI.

Kegiatan peningkatan kompetensi ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Sabtu hingga Minggu, 25-26 Juli 2026, bertempat di Ruang Auditorium RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSAB Harapan Kita, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua, menyampaikan bahwa langkah ini selaras dengan upaya berkelanjutan rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang optimal. "RSAB Harapan Kita sebetulnya memang adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak, tapi kami terus berusaha untuk menjadi rumah sakit yang semakin hari semakin lebih sayang ibu dan bayi," ungkap beliau dalam sambutannya.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini mendukung rencana strategis Kementerian Kesehatan terkait nutrisi awal kehidupan serta mengusung tema World Breastfeeding Week tahun ini, yaitu Strengthening What Works. "Artinya kita tidak usah menciptakan inovasi-inovasi yang baru, cukup yang sudah ada saja tolong dijalankan dengan baik dan benar, itu cukup untuk sangat meningkatkan angka menyusui di Indonesia," tegas Dr. Ariani.

Sejalan dengan hal tersebut, dr. Mawar yang hadir memberikan sambutan mewakili Ketua IDAI Cabang, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam mendukung keberhasilan laktasi. "Menyusui bukan hanya merupakan proses alami, tetapi juga suatu intervensi kesehatan yang memiliki dampak luar biasa terhadap kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan kualitas hidup anak," jelasnya. Ia berharap pelatihan yang melibatkan dokter spesialis anak, dokter umum, perawat, hingga bidan ini dapat menjadi wadah pertukaran pengalaman berharga dalam membangun kolaborasi interprofesi ke depannya.

Sementara itu, Ketua Satgas ASI, DR. dr. Naomi Esternita, SpA, Subsp.Neo(K), memaparkan bahwa IBFCC kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-19. Meski modul ini pada dasarnya dirancang untuk para klinisi, partisipasi perawat dan bidan sangat diharapkan agar manfaatnya menjadi lebih luas. Beliau juga mengaitkan esensi acara ini dengan momen peringatan Hari Anak Nasional.

"Tentunya dengan Hari Anak Nasional yang bertepatan juga waktunya, 'Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan', kita harus mulai dari awal dengan bagaimana kita bisa memberikan ASI dan mengatasi masalah-masalah ibu menyusui, terutama di 2 minggu pertama," paparnya. Dalam kesempatan tersebut, DR. Naomi juga menyambut positif rencana strategis RSAB Harapan Kita yang akan mengembangkan fasilitas Bank ASI atau hospital-based ASI.

Rangkaian workshop ini menghadirkan narasumber-narasumber terpercaya yang merupakan pakar di bidang laktasi dan kesehatan anak. Selama dua hari, para peserta dibekali dengan berbagai modul komprehensif, mulai dari fisiologi menyusui, persiapan prenatal, tatalaksana masalah menyusui pada ibu dan bayi, hingga praktik keterampilan klinis.

Beberapa narasumber ahli yang hadir membagikan ilmunya antara lain Dr. dr. Andi Nanis, Sp.A, Subsp.Endo (K), dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A, Subsp.TKPS (K), dr. Elizabeth Yohmi, Sp.A, Dr. dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A, IBCLC, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, Sp.A. M.Kes, CHT, dr. Novitria Dwinanda, Sp.A, Subsp.NPM (K), serta dr. Daulika Yusna, Sp.A, Subsp.Neo (K).

Melalui Workshop IBFCC ini, diharapkan kualitas layanan dan asistensi menyusui bagi para ibu dan bayi di Indonesia dapat terus meningkat secara signifikan demi mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. ***