Rabu, 15 Juli 2026 09:29 WIB

RS Otak Dr Drs M Hatta Bukittinggi Gelar Orientasi Mahasiswa Praktik dari UPERTIS dan Universitas Andalas

Responsive image
Humas - RS Otak Dr.Drs.M. Hatta Bukittinggi
32

Bukittinggi – RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi kembali menerima mahasiswa praktik dari berbagai institusi pendidikan melalui kegiatan orientasi yang dilaksanakan sebagai pembekalan sebelum memasuki unit pelayanan di lingkungan rumah sakit, Senin, 3 Juli 2026.

Mahasiswa yang mengikuti orientasi berasal dari Program Studi Keperawatan Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS), Program Studi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Universitas Andalas, serta Program Studi Farmasi Universitas Andalas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang profesional dan kompeten.

Orientasi diberikan untuk memperkenalkan profil rumah sakit, tata tertib, budaya kerja, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS), System Penelitian Di RSOMH yang sudah mengunakan Digitalisasi dengan Aplikasi SIPEDE hingga materi tentang etika selama menjalani praktik di lingkungan RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi.

 

 

 

 

 

 

Melalui pembekalan ini, para mahasiswa diharapkan memahami sistem pelayanan yang berlaku serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja rumah sakit sehingga dapat menjalankan praktik akademik secara optimal, aman, dan sesuai standar pelayanan yang berlaku.

Sebagai rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan RI, RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi berkomitmen menjadi wahana pendidikan klinik yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan kesehatan. Selain memperoleh pengalaman praktik lapangan, mahasiswa juga diharapkan dapat mengembangkan sikap profesional, disiplin, serta mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap proses pembelajaran.

Kegiatan orientasi ini menjadi langkah awal sebelum mahasiswa ditempatkan pada unit-unit yang telah ditentukan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Dengan adanya sinergi antara rumah sakit dan institusi pendidikan, diharapkan tercipta kolaborasi yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat. ***