Padang – RS M. Djamil terus mematangkan rencana pengembangan masterplan rumah sakit melalui proyek Teaching Hospital Referral Upgrading and System Transformation (TRUST) , yang merupakan program prioritas Kementerian Kesehatan dalam transformasi layanan rujukan nasional. Proyek TRUST bertujuan meningkatkan kapasitas dan mutu rumah sakit pendidikan rujukan melalui peningkatan sarana, prasarana, tata kelola, serta integrasi layanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, RS M. Djamil menggelar rapat koordinasi bersama Camat Padang Timur, unsur kelurahan, dan kepolisian pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi antara rumah sakit dan pemerintah wilayah dalam mendukung penataan kawasan yang selaras dengan rencana pengembangan masterplan.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Direktur Layanan Operasional RS M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, didampingi Manajer Tata Usaha Rumah Tangga, Katherina Welong, SKM, MARS. Pertemuan membahas berbagai aspek lingkungan di sekitar rumah sakit yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari aksesibilitas, mobilitas pasien dan keluarga, hingga ketertiban kawasan seiring dengan meningkatnya aktivitas pelayanan kesehatan. Pengembangan masterplan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan sarana serta prasarana di dalam kawasan rumah sakit, tetapi juga menyangkut penataan lingkungan sekitar karena rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik dengan aktivitas tinggi yang memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat di sekitarnya.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan bahwa pengembangan masterplan RS M. Djamil melalui proyek TRUST merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, baik dari sisi volume pasien maupun kompleksitas layanan. "Pengembangan masterplan RS M. Djamil bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga bagaimana seluruh kawasan dapat ditata secara lebih baik dan terintegrasi sehingga mendukung peningkatan mutu pelayanan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah wilayah menjadi bagian penting dalam proses ini," ujar Dovy. Menurutnya, rumah sakit memiliki dinamika yang kompleks karena melayani masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan sekitarnya, sehingga tingginya mobilitas pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, maupun aktivitas pendukung pelayanan membuat penataan lingkungan sekitar rumah sakit menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pengembangan rumah sakit.
"Kami ingin memastikan pengembangan RS M. Djamil ke depan dapat berjalan seiring dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Harapannya, penataan yang dilakukan nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi rumah sakit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kawasan sekitar," kata Dovy. Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan unsur kewilayahan diperlukan agar berbagai rencana pengembangan dapat dikomunikasikan sejak awal. Dengan demikian, aspek lingkungan, aksesibilitas, mobilitas, serta kenyamanan masyarakat dapat menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan. "RS M. Djamil merupakan bagian dari kawasan Kota Padang. Karena itu, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk di tingkat kecamatan, agar pengembangan rumah sakit dapat terintegrasi dengan penataan wilayah," tuturnya. Ia juga menyampaikan bahwa proyek TRUST tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sistem tata kelola rumah sakit, peningkatan kompetensi SDM kesehatan, serta pengembangan layanan unggulan yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian.
Sementara itu, Camat Padang Timur, Aidil Zulhani, S.STP, menyambut baik koordinasi yang dilakukan RS M. Djamil. Menurutnya, komunikasi antara rumah sakit dan pemerintah kecamatan penting untuk menyatukan pemahaman mengenai rencana pengembangan rumah sakit sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek lingkungan di sekitar kawasan. "Pada prinsipnya, kami menyambut baik adanya koordinasi ini. RS M. Djamil merupakan bagian penting dari wilayah Padang Timur dan memiliki aktivitas yang cukup besar. Karena itu, setiap rencana pengembangan perlu dikomunikasikan bersama agar dapat berjalan dengan baik serta tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya," ujar Aidil. Ia mengatakan, pemerintah kecamatan siap mendukung komunikasi dan koordinasi yang diperlukan dalam proses pengembangan tersebut, karena sinergi sejak tahap perencanaan akan membantu menciptakan keselarasan antara kebutuhan pengembangan rumah sakit dan kondisi kawasan di sekitarnya.
"Kami berharap koordinasi ini dapat terus berlanjut. Apa yang direncanakan oleh RS M. Djamil tentu perlu kita dukung bersama dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan penataan wilayah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dapat kita bahas dan carikan solusinya bersama," katanya. Aidil juga menilai pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan melalui proyek TRUST memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya karena RS M. Djamil merupakan rumah sakit rujukan tipe A yang melayani pasien tidak hanya dari Kota Padang, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan wilayah lainnya. "Rumah sakit ini memiliki peran yang besar dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, kami melihat pengembangan kawasan rumah sakit sebagai sesuatu yang perlu didukung melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah kecamatan siap menjadi bagian dari komunikasi tersebut sehingga pengembangan dapat memberikan manfaat yang lebih luas," tukasnya.
Melalui proyek TRUST, RS M. Djamil berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. Pengembangan masterplan yang dilakukan secara terencana dan terintegrasi dengan pemerintah wilayah diharapkan mampu menciptakan ekosistem rumah sakit yang modern, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan pasien serta masyarakat sekitar. Dengan sinergi yang terus diperkuat antara RS M. Djamil, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, proyek TRUST diharapkan dapat berjalan optimal dan menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi layanan rujukan di Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional yang berkelanjutan. ***