Minggu, 16 Agustus 2026 07:04 WIB

Transformasi Digital Rumah Sakit RSUP Dr Sardjito dan RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Tandatangani Pedoman Bersama Joint Development SIMRS

Responsive image
Humas - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta
35

Yogyakarta -ย Transformasi digital di sektor kesehatan menuntut tersedianya sistem informasi rumah sakit yang terintegrasi, interoperabel, aman, dan mampu mendukung pelayanan kesehatan secara efektif dan berkelanjutan. Selain itu, rumah sakit mempunyai tantangan untuk melaksanakan transformasi digital secara mandiri.

Namun, pengembangan sistem informasi yang dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit sering menghadapi berbagai tantangan, antara lain duplikasi pengembangan, ketidaksesuaian standar, keterbatasan sumber daya, kesulitan integrasi, serta tingginya biaya pemeliharaan dan pengembangan sistem.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pendekatan pengembangan sistem yang kolaboratif melalui mekanisme Joint Development. Joint Development SIMETRISS merupakan bentuk kolaborasi antar rumah sakit yang bertujuan untuk membangun, mengembangkan, memelihara, dan meningkatkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara bersama-sama berdasarkan prinsip kesetaraan, transparansi, interoperabilitas, dan keberlanjutan.

Direktur Utama RS Sardjito Dr. dr. Romaniyanto, Sp.BO(K), MARS beserta jajaran Dirkeksi, menerima kunjungan Direktur Utama RS Ngoerah Bali yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes beserta rombongan dalam rangka menandatangani Pedoman Bersama RSUP Dr. Sardjito dengan RSUP Prof. DR. I.G.N.G Ngoerah Terkait Joint Development Sistem Informasi Manajamen Rumah Sakit.

Diharapkan dengan adanya Pedoman Joint Development SIMETRISS dapat menjadi acuan bagi seluruh rumah sakit anggota konsorsium dalam melaksanakan pengembangan, implementasi, pengelolaan, dan pengembangan berkelanjutan sistem informasi rumah sakit secara kolaboratif.

Selain itu, pedoman ini dibuat agar tata kelola pengembangan SIMRS ke depannya lebih jelas, termasuk menyelaraskan proses bisnis dan koordinasi antar tim dari kedua rumah sakit. Jadi tidak hanya terkait pengembangan sistem IT aja, tapi juga bagaimana kedua rumah sakit bisa saling belajar, memperkuat kerja sama, dan bikin sistem pelayanan yang lebih terintegrasi dan efektif. ***