Padang – Kehadiran Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), dalam Dies Natalis ke-71 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), Senin, 7 September 2026, bukan sekadar seremonial. Bagi RS M. Djamil, momen ini menjadi ajang penguatan posisi rumah sakit sebagai pilar utama pendidikan klinis dan pelayanan kesehatan rujukan di Sumatera Barat.
Sebagai rumah sakit pendidikan tipe A, RS M. Djamil selama 71 tahun terakhir tidak hanya menjadi tempat praktik bagi mahasiswa FK Unand, tetapi juga laboratorium hidup bagi pengembangan ilmu kedokteran, penelitian, dan inovasi layanan. “RS M. Djamil dan FK Unand adalah dua sisi dari satu mata uang. Rumah sakit ini adalah ruang belajar sekaligus medan uji bagi calon dokter dan tenaga kesehatan yang nantinya akan mengabdi kepada masyarakat,” tegas dr. Dovy Djanas.
Dalam orasinya di sela acara, dr. Dovy menyoroti bahwa sinergi antara RS M. Djamil dan FK Unand telah melahirkan berbagai program unggulan, seperti peningkatan layanan berbasis bukti, pengembangan subspesialisasi, hingga riset klinis yang menjawab masalah kesehatan tropis dan kegawatdaruratan di wilayah barat Indonesia. “Kami tidak hanya menerima pasien, tetapi juga ikut membentuk karakter dan kompetensi tenaga kesehatan yang bermartabat,” tambahnya.
RS M. Djamil juga menilai tema Dies Natalis “Terkemuka dan Bermartabat” sejalan dengan visi rumah sakit sebagai institusi pelayanan yang unggul dan humanis. Karena itu, kolaborasi ke depan akan difokuskan pada Penguatan program pendidikan berbasis rumah sakit (clinical clerkship dan residensi), Riset kolaboratif dalam bidang penyakit infeksi, penyakit tidak menular, dan kesehatan ibu-anak, dan Peningkatan mutu dan keselamatan pasien melalui pendekatan akreditasi dan standar internasional.
“Tantangan kesehatan ke depan makin kompleks. RS M. Djamil berkomitmen menjadi rumah sakit yang tidak hanya siap melayani, tetapi juga mencetak generasi dokter yang adaptif, inovatif, dan berintegritas. Dies Natalis ini menjadi pengingat bahwa perjalanan kami bersama FK Unand masih panjang dan harus terus diperkuat,” ujar dr. Dovy.
Acara yang juga dihadiri Rektor Unand, dekan, dan civitas akademika itu menjadi momentum bagi RS M. Djamil untuk menegaskan bahwa rumah sakit bukan sekadar mitra pasif, melainkan penggerak utama transformasi pendidikan dan pelayanan kesehatan di kawasan Indonesia bagian barat.
RS M. Djamil berharap, ke depan kerja sama dengan FK Unand tidak hanya berhenti pada ranah pendidikan, tetapi juga merambah ke pengembangan kebijakan kesehatan berbasis komunitas, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan akses layanan bagi masyarakat marginal. “Kami ingin RS M. Djamil dikenal bukan hanya karena gedungnya, tetapi karena dampaknya bagi kesehatan rakyat dan kemajuan ilmu kedokteran,” pungkas dr. Dovy. ***