Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Sabtu, 07 November 2026 16:56 WIB

Dirut RS M Djamil Dokter Spesialis Patologi Klinik Berperan Penting dalam Ketepatan Diagnosis

Dirut RS M Djamil Dokter Spesialis Patologi Klinik Berperan Penting dalam Ketepatan Diagnosis
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 27 kali dilihat

Padang - Patologi Klinik merupakan salah satu pilar penting dalam pelayanan kesehatan modern. Ketepatan diagnosis, penentuan terapi, hingga evaluasi keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh kualitas pemeriksaan laboratorium serta ketepatan interpretasi hasilnya. Oleh karena itu, keberadaan dokter spesialis Patologi Klinik memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, saat memberikan sambutan pada kegiatan Syukuran Kelulusan Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berlangsung di Hotel Truntum Padang, Sabtu, 7 November 2026.

“Dalam perkembangan dunia kedokteran yang semakin kompleks, dokter spesialis Patologi Klinik memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjamin akurasi pemeriksaan laboratorium, tetapi juga sebagai mitra klinis dalam mendukung pengambilan keputusan medis yang tepat, berbasis bukti, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 15 dokter spesialis Patologi Klinik mengikuti kegiatan syukuran kelulusan. Dari jumlah tersebut, sembilan dokter spesialis hadir secara langsung di lokasi kegiatan, sementara enam lainnya mengikuti kegiatan secara daring. Momen ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan dan dedikasi para dokter dalam menyelesaikan pendidikan spesialisasi.

Dovy mengatakan transformasi pelayanan kesehatan saat ini menuntut seluruh tenaga medis untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai kemajuan, mulai dari teknologi diagnostik, digitalisasi laboratorium, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjadi bagian dari perubahan yang perlu direspons secara positif oleh tenaga kesehatan.

“Transformasi pelayanan kesehatan juga menuntut kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi diagnostik, digitalisasi laboratorium, kecerdasan buatan, serta penguatan mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, para lulusan harus terus mengembangkan kompetensi dan inovasi agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa depan,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sehingga inovasi yang dihadirkan benar-benar memberikan manfaat bagi pasien dan meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan laboratorium yang berkualitas tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan peralatan, tetapi juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu memastikan setiap proses pemeriksaan berjalan sesuai standar serta menghasilkan informasi diagnostik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus rumah sakit pendidikan, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian, serta pengembangan kompetensi tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berintegritas.

“Sinergi RS M. Djamil dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas merupakan kekuatan strategis dalam membangun ekosistem pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Kolaborasi ini perlu terus diperkuat, termasuk dalam pengembangan inovasi diagnostik, peningkatan mutu pelayanan, dan pengembangan pusat-pusat keunggulan atau center of excellence,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. “Pengembangan inovasi diagnostik dan pusat-pusat keunggulan diharapkan dapat memperkuat kapasitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang semakin komprehensif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dovy juga menyampaikan keberhasilan seorang dokter spesialis tidak semata-mata diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional. Lebih dari itu, seorang dokter harus memiliki etika, integritas, jiwa pengabdian, serta kepedulian terhadap masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjalankan profesi kedokteran yang senantiasa berhadapan dengan kebutuhan dan harapan pasien.

Kepada para dokter spesialis yang baru menyelesaikan pendidikan, Dovy menitipkan tiga pesan penting sebagai bekal dalam menjalankan pengabdian profesional. Pertama, senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme karena kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui kompetensi, kejujuran, dan tanggung jawab. Kedua, tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi karena gelar spesialis bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan.

Ketiga, menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengutamakan ketepatan diagnosis dan kemajuan teknologi, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap hasil pemeriksaan laboratorium terdapat keputusan klinis yang dapat menentukan perjalanan pengobatan seorang pasien. “Karena itu, profesionalisme dan tanggung jawab moral harus selalu berjalan beriringan dengan penguasaan kompetensi serta pemanfaatan teknologi dalam praktik kedokteran,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk(K), FACS, FFSTEd, MAcadMEd, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para lulusan dokter spesialis Patologi Klinik dapat mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan. Ia juga diharapkan menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater, meningkatkan profesionalisme, serta terus membangun kolaborasi dengan rumah sakit dan berbagai institusi kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, diharapkan turut menyampaikan harapan agar para dokter spesialis Patologi Klinik dapat mengambil peran dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Sumatera Barat. “Kehadiran tenaga dokter spesialis yang kompeten diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pemeriksaan laboratorium, memperkuat layanan rujukan, serta membantu pemerataan akses pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat,” tukasnya.(*)