Jumat, 21 Maret 2025 10:35 WIB

Kementerian Kesehatan Bersama UNDP Lakukan Uji Coba Fitur Me-Smile 2.1 di RSO Soeharso

Responsive image
Humas - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
26

Sukoharjo (20/03)  – Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggandeng UNDP (United Nations Development Programme) melakukan uji coba implementasi fitur aplikasi Me-Smile 2.1 di RSO Soeharso guna meningkatkan pengelolaan limbah medis secara digital.

Masalah limbah medis adalah pencemaran air, udara, dan tanah yang disebabkan oleh bahan berbahaya dan beracun serta mikroorganisme patogen yang terkandung dalam limbah medis. Limbah medis bisa menimbulkan infeksi, keracunan, dan penularan penyakit.  Sehingga pengelolaan limbah medis yang tepat, aman, transparan dan terkendali dapat mengendalikan proses dari hulu hingga ke hilir.

Fitur Me-Smile di RSO Soeharso telah digunakan sejak tahun 2023. RSO Soeharso secara konsisten memiliki komitmen dalam mengaplikasikan serta kooperatif menggunakan inovasi dari UNDP ini. Sehingga untuk uji coba fitur Me-Smile 2.1 RSO Soeharso dipilih sebagai salah satu lokasi uji coba pada rumah sakit di Pulau Jawa. Dengan fitur terbaru pengelolaan limbah medis dapat secara komprehensif dari rumah sakit proses hingga di pihak ketiga pengangkut dan pengolahan limbah.

Setelah proses uji coba pastinya akan ada pendampingan dalam proses penggunaan fitur Me-Smile 2.1. “Dalam fitur terdapat helpdesk segala sesuatu terkait proses mungkin terdapat kendala dapat disampaikan kemudian akan direspon oleh mitra. Kemudian untuk peningkatan kapasitas dapat melalui orientasi, sharing knowledge akan diadakan oleh Direktorat Kesehatan Lingkungan. Harapannya dapat menjadi trigger rumah sakit lain bahwa menggunakan fitur Me-Smile dapat membantu proses pengelolaan limbah medis yang lebih efektif” ujar Kristin Darundiyah - Ketua Tim Kerja Pengamanan Limbah dan Radiasi, Direktorat Kesehatan Lingkungan.

Penggunaan sistem Me-Smile dalam pengelolaan limbah medis yang dalam pencatatannya secara detail. Perjalanan limbah dapat di scan dalam QR code yang tertera pada masing-masing kantong limbah medis. Inovasi yang lain yakni IoT (Internet of things) yang terdapat dalam timbangan. Sehingga perjalanan limbah tercatat terekam secara akurat. Agustian selaku Infrastructure Specialist Smile UNDP mengatakan “Dari aplikasi ini dapat terlihat proses perjalanan limbah medis sudah pada proses apa, seperti kita membeli barang di marketplace, barang yang kita beli terekam apakah masih proses packing, distribusi atau telah sampai di tempat tujuan. Dalam Me-Smile akan dapat dilihat proses tersebut”.